Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Wawancara Media dengan Maha Guru Ching Hai (vegan), Bagian 7 dari 12

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam wawancara kedua dari seri ini, kami menyajikan percakapan telepon dimana Maha Guru Ching Hai bergabung dng pembawa acara Bonnie Coleen dan Jared Wilkensen dalam acara radio populer AS berjudul Seeing Beyond yang berbasis di San Francisco, California, AS, pada tanggal 19 November 1993. Berbicara langsung kepada khalayak umum Barat, Guru mengungkap misteri di balik peran seorang Guru Spiritual, mendefinisikan ulang meditasi sebagai realitas sehari-hari yang penuh kegembiraan, dan menjelaskan bagaimana kebangkitan batin yang sejati dapat seketika mengangkat jiwa manusia ke potensi Ilahi tertinggi.

Kini kami mengundang Anda untuk “Wawancara Media dengan Maha Guru Ching Hai (vegan)”, Bagian 7 dari 12”, di mana Guru memulai dengan berkat pagi untuk para pendengar, menjelaskan arti menjadi seorang Guru, dan menceritakan secara rinci bagaimana penderitaan di dunia ini menginspirasi Beliau untuk mencari bimbingan spiritual.

Sophie: Saya perlu menjelaskan beberapa hal kepada Anda. Ada dua orang yang akan mewawancarai Anda. (Oke.) Bonnie Coleen adalah orang pertama. Anda pernah bicara dng dia terakhir. Bonnie Coleen. (Oh, ya.) Oke. Panggil saja dia Bonnie. (Oke. Oke.) Ada seorang pria. Namanya Jared. (Jared. Bonnie, Jared, dan?) Jadi, mereka berdua akan mewawancarai dan mengajukan pertanyaan kepada Anda. (Oke.) Jadi, saya hanya ingin beritahu Anda. (Baiklah.) Bonnie ingin berbicara dengan Anda sebentar, hanya untuk pastikan dia bisa jelas mendengar Anda. (Oke). Oke.

Bonnie: Halo, Guru. (Halo, Bonnie.) Suara Anda terdengar sangat jelas. Bisakah Anda mengucapkan beberapa kata lagi?

Master: (Oh, hai. Bagaimana kabar Anda di sana?

Bonnie: Kami baik-baik saja. Suara Anda terdengar jelas. Yang kami pikirkan adalah Jared dan aku akan mengajukan satu atau dua pertanyaan kepadamu. Pertanyaan yang sederhana. (Ya, ya.) Lalu kami akan meminta kepada-Mu, Guru, apakah Engkau bersedia menganugerahi kami dan para pendengar kami, dengan meditasi penuh berkah selama sekitar lima menit untuk memulai hari ini. (Oh, begitu.) Apakah itu terdengar baik bagi-Mu? (Ya, terdengar baik.) Itu ide Jared. Kami akan meminta-Mu, mohon, untuk berbicara langsung ke mikrofon telepon-Mu. (Ya.) Dan kami ingin energi-Mu mengalir tidak hanya melalui telepon tetapi juga melalui gelombang radio. (Ya.) Oke. Aku harus pergi sekarang. Kami akan membuatmu menunggu, dan saat kita berbicara kembali nanti, kita sudah mengudara. Oke? (Baiklah, sayang.) Baiklah. (Terima kasih, Bonnie.)

Bonnie: Halo. Kami di sini. Ini adalah Seeing Beyond. Maaf, kami mengalami beberapa kendala teknis, tapi selamat hari Jumat untuk Anda dan selamat pagi untuk Anda semua. Hari ini kita kedatangan tamu yang sangat istimewa, benarkah, Jared?

Jared: Tentu saja. Saya sangat menantikannya. Kita akan berbincang melalui telepon dengan Maha Guru Ching Hai. Dan saya yakin, ini akan menjadi wawancara sangat spesial hari ini.

Bonnie: Ya, dan saya ingin menyebutkan bahwa Maha Guru Ching Hai, Yang menelepon pagi ini dari wilayah Los Angeles, baru-baru ini menerima Penghargaan Perdamaian Internasional, dan ini adalah Penghargaan Perdamaian Dunia. Tentu saja kami akan membicarakan hal itu dengan Guru. Kami ingin menyambut Beliau.

Selamat pagi, Guru. (Selamat pagi, Bonnie.) Kami sangat senang Anda bisa hadir bersama kami hari ini. Maha Guru Ching Hai, saya pikir salah satu pertanyaan pertama yang ingin saya ajukan kepada Anda adalah mengenai gelar “Guru”, dan apa artinya? Maksud saya, apa bedanya, mungkin, antara dipanggil Guru atau dipanggil Guru Spiritual?

Master: Oh, sebenarnya tidak ada perbedaan resmi. Hanya saja, ada yang lebih suka memanggil saya Guru, atau ada yang memanggil saya Guru Spiritual. Oke jika Anda panggil saya Saudari.

Bonnie: Oh, ya, itu terdengar sangat nyaman. Terima kasih atas itu. (Ya.) Ya. (Karena sejujurnya, kita hanyalah saudari.) Ya. Ya, terima kasih. (Sama-sama.)

Jared: Nah, Maha Guru Ching Hai, ini Jared, dan saya senang bisa mewawancarai Anda pagi ini. Mungkin kita bisa membahas apa peran seorang Guru di kehidupan seorang pencari kebenaran. Saya tahu hal ini telah dipahami sekaligus mungkin sebagian besar disalahpahami di seluruh dunia, terutama oleh kita yang berada di Barat, terkait dengan Guru, Pengajar, dan Guru Agung. (Benar.) Jadi, ceritakan sedikit kepada kami bagaimana semua ini bekerja. (Maksudmu kehidupan sehari-hari?) Apa peran Guru Agung, atau Guru, atau Pengajar, dalam kehidupan seorang murid atau pencari kebenaran?

Master: Oke. Begini, seorang Guru Agung seharusnya adalah orang yang telah menyadari Diri-Nya Sendiri dan yang mengetahui apa itu Diri Sejati-Nya. Oleh karena itu, Ia mampu berkomunikasi dengan TUHAN, sang Jiwa, Kecerdasan Tertinggi, karena hal itu ada di dalam diri kita sendiri, dan itulah mengapa Ia bisa menyalurkan pengetahuan ini, Kekuatan Kebangkitan ini, kepada siapa pun yang ingin berbagi kebahagiaan.

Jared: Saya menyadari bahwa sering kali, setidaknya banyak orang di Barat merasa bahwa ada bahaya yang terkait ketika seorang murid atau seorang pencari kebenaran memulai, bagaimana Anda menyebutnya, tersungkur dan memuja Guru Agung atau Pengajar. (Benar.) Apakah menurut Anda itu masalah?

Master: Tidak, jika Guru tersebut sejati, karena dengan begitu Anda hanya menyembah diri sendiri, menyembah Roh Tertinggi, yang sudah menyatu dengan Sang Guru. (Jadi, maksud Anda, jika Sang Guru benar-benar seorang Guru yang tulen, bahwa Guru tersebut, Dia akan memegang cermin di hadapan orang itu untuk membantunya melihat dirinya sendiri secara mendalam?) Benar, benar, benar. Benar, tepat sekali.

(Maha Guru Ching Hai, kami memohon pagi ini Anda memberkati Jared dan saya, dan saya ingin Anda tahu, meski mungkin Anda sudah mengetahuinya, bahwa Sophie bersama kami di studio, salah satu pengikut Anda, dan dia yang telah membantu menyambungkan Anda melalui saluran telepon dan radio kepada para pendengar kami pagi ini, jadi dia berada di sini bersama kami di studio. Kami memohon kepada-Mu untuk berkati kami dan para pendengar dengan berkat pagi ini. Mungkin Engkau ingin menyebutnya sebagai berkat, atau mungkin Engkau ingin menyebutnya sebagai meditasi, tetapi menurutku ini akan menjadi cara yang indah untuk memulai hari Jumat, 19 November ini.) Ya. Maksudmu melalui meditasi? (Ya. Kami memiliki waktu sekitar, kira-kira, empat menit.) Ya, baiklah.

Jadi, Anda ingin saya lakukan apa, berbicara atau hanya diam saja? (Saya ingin Anda berbicara dalam meditasi ini dan mungkin membahas hari ini. Kita bisa memulai hari Jumat ini dengan damai.)

Ya. Kedamaian sebenarnya sudah ada di batin kita sejak awal. Hanya saja, ketika kita terlalu sibuk mencarinya di luar atau mungkin melupakan kedamaian sejati di dalam diri kita, kita pun menghadapi kegelisahan dan kesulitan dalam hidup. Jika kita selalu bisa menyisihkan waktu atau memiliki ketulusan untuk duduk tenang atau sekadar menenangkan diri, lalu mencari ke dalam diri kita sendiri, maka kita akan menemukan kembali kedamaian dan kebahagiaan ini. Inilah makna sejati dari meditasi. Kita sebenarnya tidak harus duduk di sudut yang tenang di rumah saja, tetapi kita bisa duduk di mana saja, atau bahkan sambil berdiri di halte bus, atau duduk di dalam bus, atau dalam perjalanan ke tempat kerja, atau duduk di tempat kerja, sekadar dengan tenang merenung ke dalam diri kita sendiri.

Sang Roh Sejati selalu ada karena kita bukanlah tubuh, dan kita bukanlah pikiran. Kita bukanlah apa yang sedang kita lakukan, dan kita bukanlah apa yang sedang kita pelajari. Kita bukanlah apa yang telah ditanamkan ke dalam pikiran kita untuk dipercaya sebagai diri kita. Hal ini sulit dijelaskan, tetapi saya sendiri memahaminya dengan jelas, dan banyak rekan praktisi kita juga memahaminya. Jika kita benar-benar, bahkan secara intelektual, menyadari atau menganalisis bahkan sosok yang kita sebut “aku”, atau Nyonya Smith, atau Dr. George, atau siapa pun yang kita sebut sebagai diri kita, kita akan tahu dengan pasti, kita akan tahu dengan sangat jelas bahwa kita bukanlah itu. Kita tidak memiliki keberadaan jika itulah cara kita memahami diri kita sendiri. Jika kita pahami diri kita sebagai sosok yang memiliki banyak, mungkin, pengetahuan akademis, yang marah ketika dikonfrontasikan dengan rasa frustrasi atau masalah dalam hidup, dan yang penuh kasih ketika merasa puas dengan banyak hal sukses dalam hidup, dan seterusnya, dan seterusnya. – ini bukanlah “kita” yang sesungguhnya. Karena sebelum lahir, kita tak memiliki pengetahuan tentang gelar sekolah atau kebijaksanaan yang diperoleh dari buku, misalnya. Kita tidak memiliki sifat marah ini, kita mungkin tidak memiliki sikap penuh kasih ini, atau cara kita merasakan hal-hal yang menyenangkan, atau cara kita menolak peristiwa yang tidak menyenangkan, dan seterusnya. Jadi, ini hanyalah kebiasaan atau pengetahuan yang kita kumpulkan seiring kita tumbuh dewasa.

(Maha Guru Ching Hai, terima kasih atas berkat ini. Kita akan beristirahat sejenak. Kita akan menyapa para penonton kita yang tersebar di wilayah San Francisco dan San Jose. Kami sangat senang Anda bisa hadir bersama kami hari ini. Saya menyarankan, jika Anda punya teman di luar sana yg akan mendapat manfaat dari mendengarkan Maha Guru Ching Hai, hubungi mereka. Dan kami akan kembali dalam beberapa menit lagi.) Terima kasih.

Jared: Maha Guru Ching Hai, pagi ini kami berbincang dengan Beliau mengenai kehidupan Beliau dan apa yang telah Beliau lakukan di planet ini, setidaknya dalam kehidupan ini. Jadi, kami menyarankan agar Anda menelepon seorang teman yang mungkin tertarik mendengarkan apa yang telah dilakukan Wanita luar biasa ini di seluruh penjuru planet kita, terutama dalam hal menyembuhkan diri kita sendiri dan menyembuhkan planet ini. Selamat datang kembali, Maha Guru Ching Hai. (Terima kasih.) Kami senang Anda bersama kami pagi ini. (Terima kasih, terima kasih.)

Mungkin Anda bisa menceritakan sedikit tentang latar belakang pribadi Anda. Saya menyadari hal ini hampir bertentangan dengan apa yang baru saja Anda sampaikan, yaitu mengenai ilusi ego kita dan rasa “Keakuan” kita. Namun, saya kira orang-orang selalu tertarik untuk mengetahui dari mana seseorang berasal dan seperti apa kehidupan mereka. Anda lahir di Vietnam. Bisakah Anda menceritakan sedikit tentang bagaimana Anda sampai pada apa yg Anda lakukan saat ini?

Master: Yah, kurasa tidak ada yang kebetulan, dan mungkin kita semua telah direncanakan oleh Takdir untuk melakukan hal ini atau itu. (Menurutku begitu.) Ya. Jadi, saya tak bisa menjelaskan apa yang membuatku melakukan ini. Tapi mungkin saja ini karena situasi penderitaan di dunia kita. Itulah alasan paling jelas yang bisa kupikirkan dan aku merasakannya saat aku ingin tahu, bagaimana cara membantu. Saat itulah saya mulai mencari bimbingan spiritual.

Bonnie: Guru, saya ingat bahwa terakhir kali Anda tampil di acara ini, “Seeing Beyond”, Anda menceritakan sebuah kisah yang sangat mengharukan, yaitu tentang bagaimana Anda berada dalam sebuah pernikahan dan tiba-tiba – yah, mungkin tidak sepenuhnya tiba-tiba – tetapi hidup Anda mulai berubah seiring Anda semakin mendalami jalan spiritual Anda. Saya tahu banyak pendengar kami yang mungkin juga merasakan hal serupa dalam hidup mereka. Maukah Anda berbagi pengalaman itu dalam hidup Anda kepada kami?

Master: Ya. Saya tak akan menyarankan hal ini kepada orang lain, (Benar.) bagaimanapun juga, karena kehidupan pernikahan adalah kehidupan suci. Kita harus mengutamakannya. Saat itu saya belum tercerahkan, jadi mohon maafkan saya. Dan mungkin, hidup saya memang harus seperti ini, tetapi tidak demikian halnya untuk kita semua.

Photo Caption: “Kehidupan Sejati Tersembunyi di dalam Kehidupan Fana”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (7/12)
1
Kata-kata Bijak
2026-10-19
1980 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-10-20
1706 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-10-21
1640 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-10-22
1558 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-10-23
1402 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-10-24
1134 Tampilan
7
Kata-kata Bijak
2026-10-26
732 Tampilan
8
Kata-kata Bijak
2026-10-27
570 Tampilan
9
Kata-kata Bijak
2026-10-28
1 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Kata-kata Bijak
2026-10-28
1 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-27
1848 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-27
818 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-10-27
570 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-10-27
811 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-26
1071 Tampilan
37:42
Berita Patut Disimak
2026-10-26
430 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh