Seni adalah simpanan kebudayaan umat manusia dan refleksi inspirasi; Seni adalah sebuah ekspresi emosi dan pencarian realisasi-diri. Dari not musikal muncul melodi batin; dari warna lukisan memicu ingatan akan pantai jauh di sana yang kita sebut rumah. Ternyata hal yang paling menyetuh bagi kita bukanlah penampilan yang indah, tapi sebuah keakraban yang telah ada di sana sejak lama berselang.

Jelajahi Saluran

Blind Artist John Bramblitt: Seeing Life in a Different Light

00:14:53
Hiburan yang Mencerahkan

Blind Artist John Bramblitt: Seeing Life in a Different Light

John Bramblitt was born in 1971 in El Paso, Texas, USA, and his art has been sold in over a hundred and twenty countries. According to CNN, John Bramblitt believes he could draw before he could walk, and possessing a photographic memory proved invaluable to him later in life when he lost his eyesight. Besides drawing, painting, and illustrating, he also loves sharing written stories with friends and family. Drawing and painting became the best ways to cope with his frequent visits to the hospital in childhood.
Hiburan yang Mencerahkan
2019-01-15   4878 Tampilan
Hiburan yang Mencerahkan
2019-01-15

Holy Songs: Mother of The Universe

00:19:27
Jejak Budaya Di Seluruh Dunia

Holy Songs: Mother of The Universe

Supreme Master Ching Hai said, “Only if we find God, will we find true happiness, true peace, everlasting bliss, even in this life and the life after.” Many of our Association members have also written spiritually enriching melodies, inspired by their deep love and gratefulness for our Almighty God. On today’s special program, we are honored to share some of these songs with you. Oh Mother of the Universe! When You smile, people’s hearts move, the sky is warmed with love. Sunshine sparkling the rosy color of faith.
Jejak Budaya Di Seluruh Dunia
2018-10-18   3547 Tampilan
Jejak Budaya Di Seluruh Dunia
2018-10-18

Perayaan Natal 2019 yang Mengangkat, Bagian 2 dari 6

00:25:24
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Perayaan Natal 2019 yang Mengangkat, Bagian 2 dari 6

Aku mencintai-Nya, mencintai-Nya, Aku mencintai-Nya Dan ke mana Dia pergi, aku ikut, Aku akan mengikuti, aku mengikuti, Aku akan mengikuti-Nya Ikuti dia kemana pun Dia pergi Indah! Sangat bagus. Terima kasih.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-12   723 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-12

Merayakan Ulang Tahun ke-250 dari Ludwig van Beethoven, Bagian 2 dari 3

00:16:36
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Merayakan Ulang Tahun ke-250 dari Ludwig van Beethoven, Bagian 2 dari 3

In our last episode we learned about Beethoven’s childhood, early youth and young adulthood events that lead to his first compositional style period with musical works greatly influenced by Haydn and Mozart. Today we retrace history back to Beethoven’s middle period, commonly accepted as the end of 1802 to 1815, when his musical genius began to mature and evolve. Many of Beethoven’s well-known large scale works come from these productive years, including six symphonies from the Third to Eighth, his only opera, “Fidelio,” his only violin concerto, the last two piano concertos, a few overtures, some chamber music pieces such as string quartets Nos. 7-11, and seven piano sonatas. In this middle period, Beethoven goes beyond the normal conventions of classicism and begins to add human elements into his music; the struggles, the triumphs, and the joy. Sometimes people call this stage in life Beethoven’s “Heroic” period. As early as 1797 or 1798, Beethoven started to experience the loss of hearing. Dependant on intricate sounds, this was a tragic dark cloud that enshrouded the great composer. Beethoven courageously wrestled with his cruel fate with a mighty strength of will to fulfil his musical purpose. He composed the Tempest sonata and sketched the inspirations for his Third Symphony while living in Heiligenstadt. In the autumn of 1802, Beethoven returned to Vienna with inspiration for a “new path” to pursue. This marked the beginning of his change in style, to infuse music with more depth of emotion, earnest expressions, and originality. In a letter to his friend Dr. Franz Wegeler in 1801, Beethoven declared that he would not let deafness defeat him, challenging his fate he wrote, “It shall certainly not bend and crush me completely.” His Fifth Symphony is a manifestation of his fearless courage and mighty determination. From the first note to the last, the inspiring power and emotional intensity of the piece speaks of Beethoven’s struggles and celebrates his triumph.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-11   263 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-11

Seni dalam Pandemi, Bagian 2 dari 2

00:16:50
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Seni dalam Pandemi, Bagian 2 dari 2

Kau dengan mata sedih Jangan putus asa, oh aku menyadari Sulit untuk memiliki keberanian Di dunia yang penuh dengan orang Saat kau bisa melupakan semua Kegelapan di dalam diri Anda yang Bisa membuatmu merasa begitu kecil Saya melihat warna asli Anda Bersinar
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-10   308 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-10

Perayaan Natal 2019 yang Mengangkat, Bagian 1 dari 6

00:27:05
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Perayaan Natal 2019 yang Mengangkat, Bagian 1 dari 6

Mencintai Anda. Terima kasih sekali lagi, semua pekerja yang rajin, karena mengurus segala macam urusan sehingga kita bisa memiliki perayaan dan retreat. Terima kasih! Tuhan memberkati Anda. Buddha memberkati Anda.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-08   843 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-08

Merayakan Ulang Tahun ke-250 Ludwig van Beethoven, Bagian 1 dari 3

00:17:54
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Merayakan Ulang Tahun ke-250 Ludwig van Beethoven, Bagian 1 dari 3

Selama lebih dari dua abad, komposisi musiknya yang brilian telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-04   549 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-04

Seni dalam Pandemi, Bagian 1 dari 2

00:15:28
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Seni dalam Pandemi, Bagian 1 dari 2

In today’s program, we would like to share with you some inspiring and stunning visual pieces created by artists around the world in response to the pandemic. Mumbai-based artist, Dhruvi Acharya, created a series of pieces that depict her thoughts and worries related to COVID-19. Her watercolor paintings portray a socially distant and masked human existence, the courage of healthcare workers and t
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-03   298 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-03

Faith Rivera: Menyebarkan Satu Lagu Kasih pada Suatu Waktu Bagian 2 dari 2

00:15:33
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Faith Rivera: Menyebarkan Satu Lagu Kasih pada Suatu Waktu Bagian 2 dari 2

Kekuatan saat ini selalu hadir Tidak ada tempat selain di mana Anda berada Kekuatan saat ini mengalir begitu anggun Lagu-lagu ini selalu tentang kasih. Mereka selalu tentang pemberdayaan. Mereka selalu tentang perdamaian dan kemajuan untuk semua. Jadi, itulah lagu-lagu yang menurut saya sangat menarik untuk saya buat.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-01   467 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-12-01

Jalan-jalan Santai di Taman Klasik bersama Frédéric Chopin, Bagian 2 dari 2

00:16:50
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Jalan-jalan Santai di Taman Klasik bersama Frédéric Chopin, Bagian 2 dari 2

Frédéric Chopin was one of the most original, gifted, and uplifting artists of the 19th century. He mesmerized audiences with his technically astounding yet poetically expressive performances. In his short lifetime, he gave only 30 large public concerts, preferring his intimate, glorious music to be played in smaller gatherings, such as in the salons of Paris, where he spent the latter years of his life. Let’s now enjoy the third movement of Chopin’s Piano Sonata No.3 in B minor. The sonata was dedicated to Countess Emilie de Perthuis, and is considered to be one of Chopin’s most technically difficult compositions. This third movement is “Largo,” meaning with a slow tempo. It starts with a dotted rhythm moving in a steady pace, before the middle section transforms the mood with a more dream-like texture. Finally, the main theme comes back, with a purling accompaniment in triplets. The piece is performed by the exceptional, award-winning Polish pianist, Mr. Grzegorz Niemczuk. His music not only embodies, but transcends, Romanticism with its poetic, harmonic universally empathic expressions. Let’s listen to the final movement of Chopin’s Piano Sonata No.3 in B minor played by the amazing vegan professional pianist, Dr. Chang Shao-Hsun from Taiwan, also known as Formosa. This piece is infused with vigor and inexplicable coalescence of energies and brilliance, all of which require full strength and technical virtuosity from the pianist. Frédéric Chopin, what a musical gift from God! We thank Dr. Chang Shao-Hsun, Mr. Grzegorz Niemczuk, and all of the other talented musicians for allowing us to enjoy the extraordinary works of Chopin.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-26   163 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-26

Faith Rivera: Menyebarkan Satu Lagu Kasih pada Suatu Waktu, Bagian 1 dari 2

00:13:44
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Faith Rivera: Menyebarkan Satu Lagu Kasih pada Suatu Waktu, Bagian 1 dari 2

Yang memanggil, memanggil, memanggil kita untuk ... Bangkit, bangkit Semangat bangkit Bangkitlah dalam diriku Saya tahu Maha Guru dan semua orang di sana bersungguh-sungguh dengan evolusi planet kita agar kita sungguh melangkah ke dalam kasih yang memanggil kita dan itulah mengapa saya memilih lagu itu. Saya tahu semua orang yang ada di sana, semuanya tentang kebangkitan yang terjadi sekarang di
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-24   254 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-24

Sesendok Gula: “Mary Poppins” & “Mary Poppins Returns”

00:15:51
Layar Sinema

Sesendok Gula: “Mary Poppins” & “Mary Poppins Returns”

Hanya sesendok gula membantu obatnya turun Dengan cara paling menyenangkan Untunglah Anda datang saat Anda melakukannya, Mary Poppins. Bagaimana Anda melakukannya? Melakukan apa?
Layar Sinema
2020-11-20   289 Tampilan
Layar Sinema
2020-11-20

Jalan-jalan Lembut di Taman Klasik bersama Frédéric Chopin, Bagian 1 dari 2

00:14:45
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Jalan-jalan Lembut di Taman Klasik bersama Frédéric Chopin, Bagian 1 dari 2

Poland has given the world many exceptional and life-enriching composers, and Chopin is perhaps the most famous. Regarded as a leader and figurehead of the Romantic era, Chopin was also an astonishing virtuoso pianist. Throughout his short but stunning life, he focused on pianistic compositions and transformed the limits of the instrument with his poetic interpretations. Many of his works are beloved personal favorites for people from all walks of life, which speaks universally to hearts around the world and through the ages. Fryderyk Franciszek Chopin was born in 1810, in the small village of Żelazowa Wola, Poland. The young Chopin’s family soon moved to Warsaw, which is where Fryderyk spent his youth. Chopin’s array of solo piano works includes meditative nocturnes and preludes, ballades, highly technical etudes, fanciful impromptus, and soul-searching sonatas, in addition to dances such as polonaises, waltzes, and mazurkas. He wrote two piano concertos and a number of chamber pieces. For many of these genres, he expanded and reinvented the form with inspiration of ineffable depth. We will now listen to Chopin’s “Waltz No. 10 in B minor, Op. 69, No. 2” performed by distinguished Russian pianist, Mr. Mikhail Turpanov. The dance’s rhythm and gentle melody remind us of the great ballrooms of Vienna, with people swirling together with freedom and joy. Seemingly improvisatory in pure inspiration and flow, every piece that Chopin penned was a gleaming gem. There was also a certain dreaminess and sentimentality, often paired with a consoling melancholy in his work. He frequently used widely spaced chords in the bass, with delicate ornaments such as trills, grace notes and runs, as well as a beauteous background of harmony that framed the melody. He shared his ideals with his students by declaring, “Everything must be made to sing.” Let’s listen to another elegant piece composed by Chopin “Nocturne in E-flat major, Op. 55, No. 2” performed by the talented Ms. Anna Lipiak.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-19   325 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-19

Dr. Joanne Kong (vegan), Musisi Berhati Emas, Bagian 2 dari 2

00:17:47
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Dr. Joanne Kong (vegan), Musisi Berhati Emas, Bagian 2 dari 2

Kami telah kehilangan hubungan dan rasa kebersamaan kita dengan makhluk hidup lainnya yang pada intinya tidak berbeda dari kita, jadi kita perlu membangun kembali hubungan itu dan saya optimis bahwa itu akan terjadi. Jadilah Vegan, Bertindaklah Hijau untuk Selamatkan Dunia.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-17   279 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-17

“Satwa Liar yang Mulia”: Menjelajahi Buku Penjualan Terbaik Internasional Maha Guru Ching Hai (vegan), Bagian 5 dari 5

00:16:39
Sastra yang Menginspirasi

“Satwa Liar yang Mulia”: Menjelajahi Buku Penjualan Terbaik Internasional Maha Guru Ching Hai (vegan), Bagian 5 dari 5

“Semoga semua makhluk dicintai dan diberkati dengan kedamaian dan kebahagiaan." ~ Maha Guru Ching Hai
Sastra yang Menginspirasi
2020-11-12   830 Tampilan
Sastra yang Menginspirasi
2020-11-12

Dr. Joanne Kong (vegan), Musisi Berhati Emas, Bagian 1 dari 2

00:17:32
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Dr. Joanne Kong (vegan), Musisi Berhati Emas, Bagian 1 dari 2

Hewan sama dengan kita, tidak di bawah kita. Menatap mata hewan, kita pasti tidak pernah berhenti terpesona karena kita mengenali energi kehidupan yang sama yang juga kita pegang begitu berharga dalam diri kita sendiri.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-10   417 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-10

Perayaan Hari Maha Guru Ching Hai yang Ilahi 2019, Bagian 6 dari 6

00:16:26
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Perayaan Hari Maha Guru Ching Hai yang Ilahi 2019, Bagian 6 dari 6

Dalam hati kami, kami mengundang Guru ke atas panggung untuk memotong kue vegan bersama dengan perwakilan dari lima benua. Oke, mari kita (lakukan) bersama. Selamat Hari Maha Guru Ching Hai! Dunia Vegan akan terwujud!
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-05   583 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-05

Perayaan Hari Maha Guru Ching Hai yang Ilahi 2019, Bagian 5 dari 6

00:16:09
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Perayaan Hari Maha Guru Ching Hai yang Ilahi 2019, Bagian 5 dari 6

Tim Qo Tu terkasih Maha Guru Ching Hai Tuhan Yang Maha Esa untuk semua Dewa-Dewi Kami dengan hormat, bersyukur, dan rendah hati berharap Anda dan setiap makhluk di seluruh Alam Semesta Hari Maha Guru Ching Hai Yang paling ilahi
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-03   685 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-11-03

Perayaan Hari Maha Guru Ching Hai yang Ilahi 2019, Bagian 4 dari 6

00:16:57
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Perayaan Hari Maha Guru Ching Hai yang Ilahi 2019, Bagian 4 dari 6

Semua orang berbahagia merayakan Hari Maha Guru Ching Hai kami. Kami berterima kasih, Maha Guru Ching Hai, atas pengorbanan tanpa pamrih-Mu, sehingga makhluk yang tak terhitung jumlahnya dibebaskan, alam semesta sudah maju secara spiritual, dan Surga di Bumi ada di sini.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-10-31   651 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-10-31

Perayaan Hari Maha Guru Ching Hai yang Ilahi 2019, Bagian 3 dari 6

00:20:25
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Perayaan Hari Maha Guru Ching Hai yang Ilahi 2019, Bagian 3 dari 6

Guru mengatakan bahwa sejak zaman kuno, jiwa tak terhitung jumlahnya yang layak diselamatkan oleh Tim Qo Tu semuanya pergi ke sana. Tanah Spiritual baru jauh di luar semua alam semesta lainnya. Ya!
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-10-29   619 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-10-29

Youssou N'Dour: Suara Kebanggaan Senegal

00:10:37
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Youssou N'Dour: Suara Kebanggaan Senegal

Pemenang Grammy Award, penyanyi, penulis lagu, aktor, dan pembela sosial.
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-10-28   282 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-10-28

Kekasih yang Abadi, Bagian 4 dari 4

00:16:14
Perjalanan Melalui Alam Estetis

Kekasih yang Abadi, Bagian 4 dari 4

Dengarlah kamu, dengarlah kamu! Mulai dari sekarang, pola makan vegan akan menjadi wajib di seluruh kerajaan. Semua hewan harus dihormati dan dilindungi. Dengarlah kamu, dengarlah kamu!
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-10-27   493 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2020-10-27
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android