Berikutnya

Antara Guru dan Murid

Kasih Tim Qo Tu Akan Menang, Bagian 4 dari 9

2020-07-02
Bahasa:English

Episode

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut

“Dengan rendah hati saya berterima kasih pada semua atas kasih luar biasa ini. Semoga Tuhan berkati kalian semua. Dan biarlah Tim Qo Tu membawa kalian ke Alam Baru tempat kalian ada dalam Kemuliaan selamanya. Setidaknya ke Tingkat Keempat. Amin. Saaaangat mengasihi kalian semua. XXXXX.”

Anda ingin bertanya kepada saya? Atau membiarkan saya bla, bla terus seperti ini? Ada banyak sekali. Masih banyak. ( Ya, silakan. ) Saya berdoa untuk pemimpin ….. Utara Saya berkata, “Dia anak yang baik.” ( Ya. ) “Tolong bantu dia.” Dewa Info memberitahu saya, “Tanyakanlah pada Dewa … Utara.” Tiap negara memiliki seorang Dewa. ( Wow! ) Untuk mengawasinya. Jadi, oke, Dia memberitahu saya tentang dewa itu, tapi saya tak ingin beritahu Anda di sini. (Oke, Guru.) Saya berdoa saja untuknya, untuk pemimpin ….. Utara, di dalam hati saya. Dan saya menuliskannya di sini. Saya berkata, “Dia anak yang baik.” Saya juga berdoa untuk Bapak Boris, sebelumnya, di Inggris (Ya.) karena dia terkena COVID, dan dia harus bergegas ke rumah sakit. Jadi, saya berkata, “Dia anak yang baik. Tolong bantu dia. Biarkan saya mengambil sebagian karmanya jika harus.” (Oh, Guru.) Jadi, saya sangat gembira, seminggu kemudian atau apa dia pulang. ( Ya. ) (Oh, Guru memberkati mereka. )

 

Untuk … Utara, kita tidak memiliki akses, jadi tidak apa-apa, saya terus saja berdoa dan memeriksa dalam batin. Tapi dia juga, akan baik-baik saja. (Ya, Guru.) Mereka juga berbicara tentang perdamaian dan sebagainya. Tetapi saya tidak nyaman memberitahu Anda. (Oke, Guru.) Oh, saya paham. Tidak, saya juga tidak bisa memberitahu Anda hal ini. (Ya, Guru.) Mereka berkata, “Jika Anda ingin memberitahu, Anda harus katakan itu dengan kode. Anda tak bisa mengatakan secara terbuka.” Tidak selalu. Tetapi kode itu tidak bisa saya tulis di sini. (Oke.) Jadi, dalam tanda kurung saya berkata, “(Oke, saya tahu, saya tahu, saya akan melakukan itu. Dengan hormat berterima kasih pada Anda. Meskipun kita tidak berstatus sama, tetapi kasih tetap ada.)” Maksudnya, saya memberitahu Dewa … Utara yang memberitahu saya ini dan itu. (Oh.) Dan Dewa Perang dan sebagainya serta Dewa Info juga, saya berterima kasih kepada Mereka.

 

Lalu, Dia memberitahu saya juga, “Kasih akan menang.” (Wow.) Saya berkata, “Katakan pada saya. Kasih macam apa, kasih yang mana, kasih siapa?” Tanda kutip lagi. Pertama, Dia dalam tanda kutip, “Kasih akan menang.” Dan saya berkata, “Ceritakan lebih banyak tentang kasih apa, kasih mana?” Jadi, tanda kutip: “Kasih Anda, dan para makhluk di OU (Alam Semesta Asal). (Oh. Wow.) Dewa-Dewi Ihôs Kư.” “Jadi, tanda kurung: (“Terima kasih tak terhingga dan kasih tak terhingga.”) Lalu ada banyak hal yang membuat saya berkata,“Wow.” “Surga dan Bumi dan semua makhluk sangat peduli dan melindungi.” Semua memberitahu saya, jangan pindah ke mana, di mana. Karena itu tidak aman. Bahkan laba-laba itu datang dan memberitahu saja juga. (Wow.) Anjing-anjing juga tentu. “Dengan rendah hati saya berterima kasih pada semua atas kasih luar biasa ini. Semoga Tuhan berkati kalian semua. Dan biarlah Tim Qo Tu membawa kalian ke Alam Baru tempat kalian ada dalam Kemuliaan selamanya. Setidaknya ke Tingkat Keempat. Amin. Saaaangat mengasihi kalian semua. XXXXX.” Mereka terus memberitahu saya, “Kasih akan menang.” Bahkan baru-baru ini. (Ya, Guru.) Saya berterimakasih kepada mereka karena memberi saya harapan besar. ( Kami mengerti, Guru. ) Tetapi mereka memberitahu saya hari, bulan dan tahun, dan minggu apa tepatnya, tetapi saya tidak ingin memberitahu Anda. ( Ya, Guru. ) Mereka memberitahu saya semua ini dan itu dan kapan itu akan terjadi, lalu mereka berkata, “Karena kasih akan menang.”

 

Maka, saya tanyai mereka apa saya harus membuat cincin pelindung lain yang mengelilingi dunia?” Saya bertanya perlu atau tidak, tanda tanya. Saya tidak menulisnya seperti ini. Pertanyaan aslinya seperti ini, “Perlu membuat cincin raksasa tertentu mengelilingi dunia?” Tanda tanya. Saya tidak katakan, “Apa perlu saya buat?” Tetapi saya katakan, “Perlu buat?” dan tanda tanya. (Ya.) Itu bahasa aslinya. Saya menulisnya dengan cepat dan sederhana. Jadi, mereka yang bertanggung jawab untuk cincin pelindung semacam ini, Dewa-Dewi mengatakan, “Ya.” Dalam tanda kutip. Dan saya bertanya, “Itu akan membantu?” Karena saya punya sedikit keraguan. (Ya, Guru.) Bagaimana bisa cincin seperti itu... Saya dulu sudah membuat beberapa. ( Ya, Guru. ) Tahun lalu. (Oh, wah.) Tahun lalu, tetapi kali ini saya bertanya-tanya apakah saya harus membuat lebih banyak karena semakin buruk, misalnya pandemi. ( Ya, Guru. ) Saya tidak ingin lebih banyak orang menderita, anak-anak dan lansia dan orang-orang yang tidak bersalah yang terseret karena hantu-hantu bengis, mendesak mereka melakukan hal-hal yang salah agar tertimpa karma semacam ini. (Ya, Guru.) Sekalipun hantu-hantu bengis itu melakukannya dalam tubuh orang dan jiwanya... sebagian orang siap, sebagian tidak punya cukup pahala bagi saya untuk menolong mereka. (Oh.) Atau sebagian punya, atau dipaksa untuk melakukan hal-hal buruk. Meskipun dikendalikan atau yang melakukan adalah hantu bengis itu, orang toh tetap bertanggung jawab. Hanya beberapa dengan pahala baik dan bertobat dan benar-benar tidak bersalah, maka saya dapat mengangkat jiwa mereka.

 

Jadi, sekarang, Dewa Cincin, Penguasa Cincin, memberitahu saya, “Ya.” Saya berkata: “Itu akan membantu?” Dewa/Dewi OU (Alam Semesta Asal), Ihôs Kư, Penguasa Cincin. Saya tidak menulis Penguasa Cincin, di sini. Tetapi saya beritahu Anda sambil lalu karena sekarang saya teringat tentang hal itu. Jadi, Penguasa Cincin OU (Alam Semesta Asal) berkata, “Ya.” ( Oke. Wah. ) Dan Mereka berkata, “Kasih akan menang.” Saya berkata, “Dari mana Kasih ini berasal?” (Oh.) Jadi, Penguasa Cincin itu, memberitahu saya lagi, satu Dewa/Dewi Cincin Ihôs Kư. Semua Dewa-Dewi memiliki tanggung jawab tugas yang berbeda-beda. (Oke, Guru.) Jadi, Dewa/Dewi ini memiliki tugas untuk mengurusi cincin pelindung. Oh, sebentar, saya akan kembali. (Ya, Guru.) Saya harus mencolokkan telepon. Telepon ini dayanya habis. Cukup mencolokkan ponselnya, agar Anda bisa melihat saya. Saya merekam diri saya sendiri. Nanti, saya berikan kepada Anda. (Terima kasih, Guru.) Jadi, Anda dapat melihat saya dan lakukan yang Anda mau dengan itu. Tapi meski Anda tidak melihat saya, Anda tahu saya. Benar ‘kan? (Ya, Guru.) Saya mirip dengan yang terakhir kali saya melihat Anda. (Oke, Guru.) Hanya tambah sedikit kerutan dan sedikit uban lagi, maka seperti itulah tepatnya saya terlihat.

 

“Dari mana ‘Kasih’ ini berasal?” Saya menaruh “Kasih” dalam tanda kutip. Jadi, Dewa/Dewi Penguasa Cincin, karena kami sudah ada dalam percakapan, maka Dia sambil lalu memberitahu saya, “Py-O-Yol.” Berarti “Kasih Anda.” (Wah.) Saya berkata, “Yol, apa itu Yol?” Karena saya tidak tahu kata itu sebelumnya. Saya memang memeriksa beberapa bahasa Pusu. (Ya, Guru.) Tapi saya tak memeriksa semuanya, jadi saya bertanya, “Apa itu Yol?” Ditulis Y-O-L. (Oh.) Dia memberitahu saya Yol, itu artinya “Milik Anda.” (Oh.) Anda dan milik Anda. Berarti orang-orang saya, beberapa orang saya. Artinya Dewa-Dewi Ihôs Kư. Mereka memang orang-orang saya. (Ya, Guru.) Sisanya diadopsi. Anda diadopsi. Tetapi sama saja. Anda juga membantu saya. Mereka juga membantu saya. Jadi, itu artinya, Kasih Anda (Py), Kasih saya (O), Kasih orang-orang Anda (Yol). Itu artinya orang-orang Anda. Milik Anda. Saya berkata, “Terdengar seperti mimpi indah. Kapan semua saling mengasihi?!” Tanda tanya. Tanda seru. Dan Kasih itu akan mengalahkan ini juga? Wah! Dan itu butuh ....? Saya berkata, “Ini terlalu lama. Berapa banyak yang akan mati sementara itu? “ (Oh.) Empat juta, kurang lebih. (Oh.)

 

Saya berkata,“Dewa/Dewi Info, beritahu siapa yang atau tahu penyembuhan, terlalu banyak pekerjaan.” Saya minta Dia beritahu siapa yang dapat menyembuhkan, Dewa penyembuhan. Jadi, siapa pun yang tahu penyembuhan. Dia beritahu saya. Saya berkata, “Terlalu banyak pekerjaan. Saya lupa, Dewa/Dewi Info, saya lupa, Dewa apakah itu? Siapa yang bisa menyembuhkan.” Maka Dewa/Dewi Info berkata, “Dewi Kesehatan Dunia.” (Wah.) Saya berkata, “Saya ingat sekarang, Dewi Kesehatan Dunia.” Saya bertanya kepada-Nya, Dewi Kesehatan Dunia, “Apa dunia akan mendapat obat untuk melawan virus ini, atau apa?” Tanda tanya. Dewi Kesehatan Dunia, tanda kutip. “Untuk virus, vaksin akan dunia kembangkan dengan tekun.” Itu cara Mereka mengatakannya. Mereka harusnya berkata, “Dunia akan dengan tekun mengembangkan vaksin untuk virus itu.” Jadi, saya bertanya, “Kapan?” Dewi Kesehatan Dunia berkata, “….” Ya Tuhan. (Oh.) Jadi, saya berkata, “Wah, wah!!!!!” Tanda seru, banyak. “Harus cari cara yang lebih baik!!!!!” Banyak tanda seru. (Oh, Guru.) Itu selesai.

 

Saya menulis di sini tentang ular yang mencoba menyihir anjing saya Reny agar mati juga. (Oh.) Hari itu ular datang ke sana dan kemudian Reny tersihir olehnya dan kemudian terduduk di sana dan mendengarkan. Saya berkata kepada mereka, “Bawa dia pergi, cepat!” Saya berkata kepada Reny, “Jangan dengarkan.” Karena Reny mengatakan ular itu memberitahu dia bahwa jika dia bersedia mati, maka itu akan mendatangkan kedamaian dunia. Saya berkata kepada Reny, “Tidak, tidak! Tuhan yang menciptakan perdamaian, bukan anjing. Oke? Jangan dengarkan ular itu. Kemarilah. Kembalilah ke rumah. Cepat! Hentikan itu! Jika kamu melihat ular itu, kamu lari saja. Oke? Ular itu lebih lambat darimu. Kamu lari saja!” Jadi, sekarang saya harus mengubah acara anjing-anjing. Memberi makan di bukit bawah sebagai gantinya. Turun ke ruang-ruang di bagian bukit yang lebih rendah. Tapi saya sudah mengubahnya lagi pada waktu lain. Setelah saya memberitahu mereka, “Jika kamu melihat ular itu, kamu lari saja. Jangan kamu dengarkan. Kamu jangan duduk di sana dan mendengarkan mereka. Mereka berbohong. Mereka menipu. Mereka bekerja untuk maya, sang iblis.” Jadi, pada waktu berikutnya, saat asisten datang untuk membawa mereka keluar, mereka tetap berada di dalam tempat saya. Dan saya berkata, “Ayo, ayo, ayo. Keluar sekarang. Sudah waktunya untuk keluar lalu makan dan berjalan-jalan.” Mereka berkata, “Tidak, ada ular di luar. Kami tidak ingin keluar.” Jadi, saya harus mengubah tempat mereka ke tempat lain. Mereka sangat lucu. Sangat lucu. Mereka berdua malah berlari ke tempat saya. Mereka punya ruang terpisah di luar ruang saya yang lain. Saya tinggal di satu kamar, mereka tinggal di kamar lain yang bersebelahan satu sama lain. Lagipula ada pintu besar yang menghubungkannya, jadi mereka keluar masuk, saya keluar masuk. Para asisten datang, dan mereka malah berlari ke kamar saya. Mereka berkata, “Ada ular di luar, kami tidak ingin keluar.” Sangat lucu. Saya tidak melihat ular di mana pun, tetapi mereka bisa bersembunyi di suatu tempat, jadi saya mengubah tempat mereka, agar mereka bisa keluar dan tidak pergi ke daerah itu lagi. Saya berkata kepada Ihôs Kư, “Jauhkan semua ular ini dari anjing-anjing dan area sekitar saya.” Tetap saja hantu-hantu bengis, mereka bisa bekerja dari jauh. (Ya.) Mereka dapat mengirim ular ke sana dan satu hampir menggigit saya jika bukan karena burung (Oh, Guru.) yang menyelamatkan saya.

 

Ketika dia pertama kali datang, dia sangat kecil. Bayi burung. Saya bertanya, “Burung ini datang ke sini, apakah ada alasannya?” Saya diberitahu bahwa dia di sana untuk melindungi saya. Jadi, saya tanya, “Bagaimana bisa burung kecil itu melindungi saya?” Saya harus melindunginya berkali-kali. Saya harus memungutnya dan dia membiarkan saya. Dia biarkan saya membelainya dan sebagainya. Tetapi saya tidak ingin dia terlalu terbiasa dengan saya. (Ya, Guru.) Saya ingin dia menikmati kebebasannya. Seperti burung liar. Jadi, saya berusaha untuk tak menghubunginya terlalu sering. Hanya saat dia dalam kesulitan, maka saya memungutnya, membawanya ke tempat lain. Menaruh dia di tempat tinggi. (Oh.) Jadi, anjing-anjing tak mengejarnya, misalnya seperti itu. Dan saya memberinya inisiasi dan mengatakan kepadanya, “Jagalah dirimu.” (Wah.) Karena dia seekor burung liar. Dia seharusnya menikmati kebebasan untuk terbang ke mana saja dia suka (Ya.) dan punya pacar dan sebagainya. Anak-anak dan sebagainya. Itulah yang saya pikirkan. Saya tidak membiarkan diri saya terlibat terlalu banyak, tetapi saya sangat menyukainya. Saya sangat menyayanginya. Kadang-kadang saya memanggilnya ketika saya kembali ke Hsihu. Saya memanggilnya, “De, apa kamu masih di sini? Dimana kamu? Di mana kamu?” Terkadang dia membalas saya. Dia jawab,“Jauh. Sangat jauh.”(Oh.) Kadang dia berkata, “Dekat.”

 

Saya memberitahu terlalu banyak. (Terima kasih, Guru.) Saya tidak yakin apakah kita dapat mengungkapkan semua ini di Supreme Master TV, tetapi Anda meminta saya untuk membacanya... Ini tidak ada habisnya,jadi saya pikir kita berhenti sekarang. Jadi, saya kira Anda punya pertanyaan, itu sebabnya saya menelpon Anda. (Betul. Kami punya pertanyaan.) Omong-omong, meskipun Anda tidak punya pertanyaan, saya kadang menelpon Anda, hanya untuk memberitahu Anda bahwa saya masih di sini dan bahwa saya memikirkan Anda. (Oh. Terima kasih, Guru. Terima kasih banyak. Kami menghargainya.)

Tonton Lebih Banyak
Episode
Daftar Putar
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android