Gula dan pemanis lainnya: Apakah mereka mengandung produk hewani?
Oleh Caroline Pyevich
Gula yang Disuling
Gula
yang disuling dihindari oleh beberapa kaum vegetarian karena cara pemrosesannya
mungkin menggunakan penyaring dari arang tulang. Suatu penyaring karbon aktif
kadang terbuat dari arang tulang, penghilangan warna gula untuk membuatnya
berwarna putih lewat proses penyerapan. Sementara penyaring arang tulang
digunakan oleh beberapa perusahaan gula besar, zat ini tidak digunakan untuk
memproduksi semua gula yang disuling.
Dua jenis pemutih gula yang diproduksi di Amerika Serikat adalah gula bit
dan gula tebu. Gula tebu terutama dihasilkan di Florida,
Kalifornia, Louisiana,
Hawai, dan Texas.
Gula bit dihasilkan di negara bagian yang berlokasi di AS bagian tengah. Banyak
gula tebu yang sesungguhnya diimpor.
Menurut produsen gula bit, gua bit dan gula tebu secara nutrisi sama dan
rasanya tidak jauh berbeda. Keduanya terdiri dari sukrosa. Produksi dan
penjualan tiap jenis gula kurang lebih sama juga (1).
Proses penyulingan gula bit tidak pernah menggunakan arang tulang karena
jenis gula ini tidak memerlukan suatu teknik penyulingan yang ekstensif. Gula
bit dapat disuling dengan suatu teknik penyaringan bertekanan yang mudah dan
sistem pertukaran ion. Gula bit terkenal di Timur Tengah karena di sanalah
tumbuhnya. Gula bit sering dilabeli sebagai Gula Pasir. Gula bit menjadi
semakin lazim di Amerika Serikat karena pemerintah Federal menyubsidi industri
ini.
Hampir semua penyulingan gula tebu menggunakan penyaring khusus untuk
memutihkan gula dan menyerap zat tidak organik. Proses pemutihan ini terjadi
pada akhir dari proses pemutihan gula. Penyaringnya mungkin salah satu dari
arang tulang, karbon butiran, atau suatu sistem pertukaran ion. Karbon butiran
berasal dari kayu atau batubara, dan pertukaran ion tidak memerlukan bantuan
dari bahan-bahan hewani (2).
Tulang dari sapi adalah satu-satunya jenis yang digunakan sebagai arang
tulang. Menurut Persatuan Gula dan beberapa produsen gula besar, semua sapi
yang telah mati akibat “sebab alami” dan tidak berasal dari industri ternak AS.
Arang tulang tidak bisa dipoduksi ataupun dibeli di Amerika Serikat (3).
Arang tulang berasal
dari tulang sapi dari Afghanistan,
Argentina, India, dan Pakistan. Tulang yang dikelantang
dengan sinar matahari dibeli oleh pedagang Skotlandia, Brasil, dan Arab, yang
menjualnya ke industri gula AS setelah tulang tersebut dipakai terlebih dahulu
pada industri agar-agar. (4)
Tulang dipanaskan
pada temperatur yang sangat tinggi yang mengakibatkan perubahan fisik pada
komposisi tulang. Tulang tersebut dibuat menjadi arang murni sebelum digunakan
pada penyulingan.
Gula pasir tidak
mengandung partikel tulang, oleh karena itu mendapat sertifikasi halal. Arang
tulang hanya sekedar memurnikan gula, tetapi tidak menjadi bagian dari gula.
Masing-masing
potongan arang tulang, seperti butiran karbon dapat dipakai beberapa tahun.
Mereka perlu dicuci terus menerus untuk menghilangkan endapan gula.
Perusahaan-perusahaan yang memakai arang tulang menyatakan bahwa secara ekonomi
arang lebih menguntungkan dan efisien daripada saringan jenis lainnya. (4)
Banyak pabrik gula
tebu yang menggunakan arang tulang. Domino, pabrik gula terbesar, menggunakan
arang tulang dalam proses penyaringan. Pabrik Gula Savannah Foods, pabrik gula
terbesar kedua juga menggunakan arang tulang. Pabrik Gula Kalifornia dan Hawai
menggunakan saringan arang tulang di samping butiran karbon dan saringan
pertukaran ion. Semua perusahaan ini menggunakan arang tulang dalam proses
penyaringan gula coklat, tepung gula (gula yang dicampur dengan tepung jagung)
dan gula putih.
Ada beberapa pabrik gula tebu yang tidak
menggunakan arang tulang. Refined Sugar, produsen dari Jack Frost Sugar,
menyatakan menggunakan butiran karbon daripada menggunakan arang tulang karena
alasan ekonomi. Gula Florida Crystal adalah gula tebu yang tidak melalui
penyaringan tulang. Walaupun gula Florida Crystal berwarna kekuning-kuningan,
ketidakmurniannya juga sudah dihilangkan.
Beberapa etiket pada
kemasan gula kelihatannya menunjukkan bahwa produk tersebut adalah gula mentah,
tetapi semua gula yang diperdagangkan sudah melalui sejumlah proses
penyaringan. Gula mentah asli tidak boleh diperjualbelikan kepada konsumen umum
di Amerika Serikat sesuai dengan peraturan FDA, karena dianggap tidak cocok
untuk konsumsi manusia.
Gula Turbinado
adalah suatu produk yang dibuat dengan memisahkan kristal gula mentah pada
mesin pemisah dan dibersihkan dengan uap. Menurut Domino Sugar, gula turbinado
tidak melalui saringan arang tulang karena warna coklatnya diperlukan.
Pemurnian gula
melibatkan serentetan tahapan, termasuk penjernihan dan tahapan pertama dimana
sirup gula ditambahkan. Zat penjernihnya adalah kalsium hidroksida, asam fosfor,
dan polyacrylomite. Gula yang digunakan dalam tahapan pertama adalah lanjutan,
gula mentah yang masih belum melalui saringan arang tulang.
Jika satu-satunya
alasan Anda tidak mengonsumsi gula murni karena menggunakan arang tulang, Anda
perlu mempertimbangkan gula yang tidak melalui penyaringan arang. Gula bit
murni, yangsama sekali tidak memakai
arang tulang, sering diberi etiket sebagai gula granul murni. C & H
memproduksi sejenis gula yang tidak melalui arang tulang. Diberi etiket Gula
Cuci Mentah. Gula tebu, yang kadang kala menggunakan arang tulang, dibedakan
sebagai gula tebu pada kemasannya.
Molases
Salah satu produk sampingan dari gula murni adalah molases. Molases
yang dikonsumsi oleh manusia hanya berasal dari gula tebu. Beberapa jenis
molases diproduksi dengan merebus tebu secara langsung.
Kualitas molases
dibedakan sesuai dengan ciri rasa dan tingkatan pemrosesannya. Molases label
hitam adalah mutu yang terendah karena warnanya yang gelap dan rasanya pahit.
Semua molases golongan makanan tidak mengandung sulfur.
Molases dari gula
bit tidak cocok untuk konsumsi manusia karena terlalu pahit. Molases dari gula
bit diberikan kepada sapi perah dan sapi ternak. Sirup ditambahkan pada makanan
mereka agar terasa lebih manis. Molases dari bit juga dijual ke industri
pembuat ragi.
Sirup molases yang
dikonsumsi manusia tidak melalui penyaringan arang tulang atau saringan karbon.
Sekitar 95% dari molases tersebut dibersihkan sebelum gula tersebut sampai ke
penyaringan arang tulang atau saringan karbon. Semua molases yang melalui
penyaringan arang digunakan sebagai pakan ternak atau untuk keperluan
fermentasi. Perusahaan molases umumnya membeli bahan bakunya dari pabrik gula
lalu diproses menjadi sirup. Mereka tidak menggunakan saringan arang jenis
apapun karena mereka tidak ingin menghilangkan warna coklatnya. (5)
Gula coklat pada
dasarnya adalah gula murni dengan tambahan molases. Gula coklat diproduksi oleh
pabrik bit dengan menggunakan molases tebu, tetapi molases ini tidak melalui
arang tulang. Perusahaan gula tebu yang menggunakan arang tulang akan memakai
arang tulang untuk menyaring gula coklat (6).
Sirup
Mapel
Sirop mapel adalah jenis pemanis lain yang kadang menjadi perhatian
para vegan. Proses pembuatan sirup mapel memerlukan suatu zat untuk mengurangi
busa pada sirup tersebut dengan menambahkan sedikit lemak pada cairan tersebut.
Proses tradisional
untuk mengurangi busa dalam sirup mapel termasuk menggunakan lemak babi. Dulu,
produsen lokal menggantungkan lemak babi pada kran sirup mapel dan membiarkan
tetesan lemak jatuh ke dalam sirup tersebut. Produsen lain menggunakan susu,
krim atau mentega. Jika produk hewan dipakai dalam bentuk lemak atau susu,
jumlah yang dipakai hanya sedikit. Misalnya, delapan atau sepuluh galon sirup
akan menggunakan seperempat sendok teh krim atau setetes mentega.
Minyak sayur adalah
zat penghilang busa yang biasa digunakan. Bisa dipakai pada ujung sebuah
tongkat kayu dan mencelupkannya ke dalam bagian busa dari sirup mapel.
Kebanyakan produsen sirup mapel sekarang menggunakan minyak sayur atau
penghilang busa sistetis daripada menggunakan lemak babi.
Satu jenis penghilang
busa yang diperdagangkan (bernama Atmos300K) dengan komposisi monogliserida dan
diglierida. Menurut WITCO, produsen penghilang busa ini, gliserida berasal dari
“daging yang boleh dimakan dan/atau sumber sayuran.” Merek penghilang busa lain
yang terkenal, Reynolds Magic Syrup Defoamer, juga mengandung acetylated
monogliserida sebagai bahan bakunya. (7).
Merek terkenal sirop
mapel untuk pancake, seperti Mrs. Butterworths atau Log Cabin, biasanya hanya
mengandung 2-5% sirop mapel. Sirop jagung merupakan bahan baku utama dari kebanyakan sirup pancake. Sirup mapel murni memiliki etiket mutu yang mencantumkan “100% Sirup Mapel Murni.” (8)
Agak sulit
menentukan apakah merek tertentu dari sirup mengandung penghilang busa asal
hewani atau sayuran. Kebanyakan sirup tidak menggunakan lemak babi, kecuali
skala kecil produk tertentu. Merek yang bersertifikasi halal, seperti Spring
Tree atau Maple Groves, kecil kemungkinan mengandung produk hewani pada
penghilang busanya. Holsum Foods, yang memproduksi sirup pancake, juga
menggunakan minyak sayur sebagai zat penghilang busa, dan produk mereka diberi
etiket oleh balai pengawas makanan seperti Dominick’s, Supervalue dan Superfine.
Pewarna
Karamel
Pewarna karamel bukan bumbu perasa, ini adalah zat pewarna makanan.
Pewarna karamel digunakan hampir pada semua produk berwarna coklat. Dua
konsumen utama pewarna ini adalah Coca Cola dan Pepsi. Pewarna juga digunakan
pada roti gandum dan gandum hitam, sereal, es teh, sirop, makanan anjing, dan
campuran pancake.
Bahan dasar pewarna
karamel adalah karbohidrat. Kebanyakan produsen pewarna karamel menggunakan
sirop glukosa sebagai karbohidrat awal. Sirop glukosa hampir merupakan
dekstrosa murni. Sementara sirop glukosa AS biasanya adalah sirop jagung, bisa
juga berasal dari kentang, gandum atau sumber lainnya.
Pewarna karamel
tidak mengandung komponen asal hewani. Meskipun laktosa (gula susu) adalah
salah satu dari reaktan karbohidrat mentah yang diperbolehkan, kami diberitahu
oleh Setness, perusahaan pewarna karamel terbesar, bahwa laktosa tidak
digunakan oleh produsen pewarna karamel manapun di dunia. Hampir semua industri
di dunia memulai proses dengan sirup glukosa. Pewarna karamel dibebaskan dari
sertifikasi pemerintah, yang berarti bahwa bahan makanan ini diizinkan untuk
ditambahkan pada makanan tanpa perlu mendapatkan izin pemerintah.
Karbohidrat pertama
bereaksi dengan zat kimia seperti zat asam berkualitas makanan, alkali dan
garam. Lalu dipanaskan pada suhu tinggi, diletakkan pada tekanan tinggi,
kemudian proses pembakaran. Hasilnya adalah cairan berwarna hangus terbakar
yang mempunyai tingkat warna yang kuat. Misalnya, menurut teknisi pewarna
karamel, sendok teh pewarna karamel digunakan dalam sebotol Pepsi.
Bit murni atau gula
tebu dapat dipergunakan untuk membuat pewarna karamel, tetapi ini bukanlah cara
yang disukai. Gula ini hanya digunakan pada saat perayaan Paskah kaum Yahudi,
karena peraturan Yahudi tidak memperbolehkan penggunaan sirup jagung. Produk
yang mengandung pewarna karamel yang berasal dari gula murni akan diberi etiket
sedemikian rupa (9).
Daftar Pustaka
Western
Sugar, wawancara pribadi Juli 1996.
Refined Sugar
Inc., wawancara pribadi Juli 1996.
The Sugar
Association, wawancara pribadi Juli 1996.
Domino Sugar,
wawancara pribadi Juli 1996.
Malt
Products, wawancara pribadi Juli 1996.
California
and Hawaiian Sugar, wawancara pribadi Juli 1996.
Richards of
Ohio (maple), wawancara pribadi Juli 1996.
Proctor Maple
Research Center, wawancara pribadi Juli 1996.
Sethness, wawancara
pribadi Juli 1996.
Caroline menulis artikel ini ketika magang di The Vegetarian Resource
Group
Yang berikut ini muncul pada terbitan berikutnya
dari Jurnal Vegetarian:
Catatan editor: Pada terbitan bulan
Maret/April 1997 Jurnal Vegetarian, kami mencetak artikel tentang gula dan
pemanis lainnya. Pada artikel tersebut kami sebutkan bahwa gula bit sering
diberi etiket “Granulated Sugar (Butiran Gula)” atau "gula granul
murni." Kami juga menyatakan bahwa gula tebu diberi tanda beda sebagai
“gula tebu” pada kemasannya. Sebenarnya pernyataan ini benar, tetapi mungkin
membingungkan sebagian pembaca. Karena salah tafsir atas pernyataan ini, kami
menghubungi beberapa pabrik gula untuk menglarifikasi masalah ini. Ini adalah
pernyataan Domino Sugar Corp., Savannah Foods & Industries, Inc., Kalifornia
& Hawaiian Sugar Co., and Florida Crystal Co.: Istilah "Gula
Granul" dan “gula granul murni" bisa diartikan sebagai gula yang
berasl dari bit atau tebu. Proses pembuatan gula tebu, tetapi tidak dalam gula
bit, sering melibatkan proses penghilangan warna dengan arang tulang sapi.
Kedua, tidak ada keharusan hukum agar sumber gula muncul pada etiket. Istilah
“Gula” sudah cukup. Produsen harus dihubungi untuk mengetahui sumber dan cara
prosesnya. Kita bisa berkata, bahwa gula bit lebih terkenal di negara barat
bagian tengah (di mana bit ditanam) daripada tempat-tempat lainnya di Amerika
Serikat.
Jurnal Vegetarian yang
dipublikasikan di sini bukan terbitan yang lengkap, tetapi ini adalah kutipan
dari majalah yang dipublikasikan. Yang ingin membaca keseluruhannya bisaberlangganan.