Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita
 
Pertanian Ahimsa: Pertanian Organik tanpa Tanah    Bagian ke 1
Bagian ke 1
Bagian ke 2
Download    

Ahimsa adalah istilah Sansekerta yang berarti “tidak melukai apapun” atau menghindari segala bentuk kekerasan. Ajaran tanpa kekerasan adalah dasar prinsip dari semua agama di dunia.

Pemirsa yang baik hati, selamat datang di Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita. Acara kita hari ini akan menjelajahi konsep ahimsa dalam hubungannya dengan pertanian dan melihat metode penanaman buah-buahan dan sayuran alternatif yang tidak menyebabkan kerugian bagi makhluk-makhluk hidup.

Di konferensi video bersama staf Supreme Master Television, Maha Guru Ching Hai menjelaskan lebih banyak tentang pertanian ahimsa atau metode pertanian alternatif yang tidak menggunakan tanah untuk menanam tumbuhan tertentu, dengan demikian menghindari kerugian bagi makhluk-makhluk hidup lain seperti cacing tanah yang bermanfaat.


Maha Guru Ching Hai: Ada banyak metode pertanian organik yang setidaknya tidak melukai cacing. Anda dapat menanamnya di dalam air atau Anda dapat menanamnya di atas tanah yang diangkat dan Anda tidak akan melukai cacing.

Dan di Vietnam (Âu Lc),  sebagai contoh, mereka menanam kacang-kacangan di pasir. Tidak ada tanah dan cacing.

Tanamlah sayur-sayuran Anda sendiri; maka Anda dapat secara penuh mengawasi bagaimana Anda memanen, apa yang Anda panen, dan apa yang Anda makan.




Pembawa Acara: Di seluruh dunia, orang-orang  menjalankan pola makan tanpa hewani untuk menghindari penyebab kekerasan atau penderitaan bagi makhluk hidup apapun. Gaya hidup vegetarian organik merupakan pola makan yang paling berkelanjutan bagi planet kita yang berharga ini.

Akan tetapi, ahimsa memiliki kualitas tak kentara yang dikenal secara umum, sebagai contoh, pengikut Jainisme berusaha sebisanya untuk menghindari untuk melukai walaupun serangga kecil dan makhluk kecil lainnya. Jadi, mengonsumsi tumbuhan akar seperti kentang, umbi manis, dan wortel tidak dianjurkan di antara pengikut Jain, karena pada saat memanen tanaman jenis ini dapat melukai cacing yang berada di dalam tanah.

Tetapi dapatkah buah-buahan dan sayuran tumbuh tanpa melukai bahkan cacing tanah yang paling kecil pun? Ya, ini adalah teknik pertanian hidroponik, aeroponik, penanamanan alas diangkat dan pertanian di pasir murni.

Sistem yang paling banyak digunakan adalah hidroponik, metode yang tidak membutuhkan tanah. Pengganti tanaman ditumbuhkan di dalam larutan air dan mineral dengan akar yang kadang-kadang  didukung oleh  medium lembam seperti perlite, sejenis abu gunung api, batu kerikil, atau bahkan serabut kelapa.

Perkebunan hidroponik memiliki beberapa keuntungan dibandingkan metode tradisional dengan tanah. Pada hidroponik beberapa pekerjaan berat seperti menggali, menyemai, menyiang, dan mencangkul sudah hampir tidak diperlukan lagi.

Juga karena tumbuhan yang ditanam secara hidroponik memiliki nutrisi yang lebih baik, mereka biasanya tumbuh lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak daripada tumbuhan yang ditanam secara tradisional baik di perkebunan maupun di ladang.

Menurut para peneliti dari Universitas Florida, hidroponik dapat menghasilkan hampir sepuluh kali lebih banyak pangan per meter persegi daripada metode pertanian tradisional.

Bp. David Barton adalah seorang operator rumah kaca di Pulau Hortikultura di Canterbury, Selandia baru yang telah menanam sayuran secara hidroponik lebih dari 25 tahun. Dia menjelaskan salah satu alasan mengapa pertanian hidroponik lebih efisien daripada metode tradisional.

(http://www.vigour.co.nz/articles/show/Carmen+springs+into+action)

 

David (l): Bagi kami, karena kami menanam secara komersil dalam sebuah rumah kaca, keuntungannya adalah kami tidak kehilangan tanaman. Setiap tanaman yang kami tanam menghasilkan jumlah yang tetap. Ia juga menghasilkan kualitas yang tetap sampai bagian terakhir.

Pembawa Acara: Tetapi mungkin keuntungan terbesar dari perkebunan hidroponik adalah menghemat air sampai dengan 90% dibandingkan dengan cara tradisional. Di perkebunan hidroponik tidak ada pemborosan air.

David: Pada hari yang terik, setiap tanaman akan disiram dengan empat liter air. Dari empat liter tersebut, 80% akan diserap oleh tanaman dan sisanya 20% digunakan untuk saluran.

David(l) : Di sini hampir tidak ada yang dibuang. Semua air terpakai untuk tanaman. Tidak ada air yang terbuang. Di lapangan, kami punya 1,4 hektar.  Ya, ada yang terbuang, tetapi ia terawasi dan terkendali. Jadi semua masukan kami digunakan  

 

Pembawa Acara: Karena penggunaan air yang sangat efisien, hidroponik dapat menghasilkan panen yang berlimpah bahkan di daratan tandus pun.

Sebenarnya, fasilitas hidroponik komersil terbesar di dunia berada di daerah padang pasir yang panas dan kering  di Willcox, Arizona, AS, pemiliknya adalah Pertanian Eurofresh, yang menjual 125 juta pon tomat di tahun 2005. Dalam beberapa tahun, Eurofresh telah meluaskan operasinya menjadi 1,29 kilometer persegi (318 acres) rumah kaca, kira-kira mewakili sepertiga daerah rumah kaca hidroponik komersial di AS.

Pekebunan hidroponik khususnya juga dapat diterapkan di daerah yang sulit dan tidak mungkin untuk menanam makanan karena keadaan iklim dan atmosfernya.

Sebagai contoh, karena musim dingin yang panjang dan buruk, Kanada dengan aktif  mendukung pertanian hidroponik di rumah kaca yang dipanaskan. Badan Administrasi Angkasa dan Ilmu Penerbangan Nasional (NASA) Amerika serikat mengadakan penelitian yang ekstensif tentang teknik hidroponik dalam upaya menemukan cara untuk menanam di  luar angkasa atau di planet lainnya.

Anda sedang menyaksikan “Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita”,  Setelah kembali, kita akan mempelajari lebih jauh tentang pertanian hidroponik, salah satu pertanian ahimsa  dimana tidak ada cacing yang terluka sewaktu pencangkulan tanah. Tetaplah di saluran Supreme Master Television.

 

Pembawa Acara: Pada Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita hari ini, kita akan menjelajahi metode pertanian yang dianggap sebagai pertanian ahimsa, dimana tidak ada makhluk hidup, seperti cacing, yang dilukai pada proses pencangkulannya.


Marilah kita lanjutkan diskusi kita dari segmen kita sebelumnya mengenai pertanian hidroponik, sebuah metode pertumbuhan planet dalam solusi nutrisi mineralnya.

Bicara secara kenyataan, banyak di antara kita yang mungkin ingin tahu, apakah buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam dengan menggunakan hidroponik mempunyai  rasa yang enak ? Sesungguhnya begitu!.

 

Sesungguhnya, Pertanian Eurofresh telah diakui oleh Institut Kuliner Amerika sebagai rumah  “Tomat Amerika Paling Enak“ selama sepuluh tahun terakhir ini. Buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam dalam hidroponik juga bergizi seperti yang ditanam secara konvensional.

David (l): Kebutuhan nutrisi pada tanaman persis sama di mana pun mereka ditanam. TIdak peduli bagaimana mereka ditanam. Kebutuhan  tanaman adalah sama. Tanaman menyerap nutrisi dalam formula yang persis sama. Yang paling penting adalah tanaman itu tumbuh dengan baik, jadi ia akan baik bagi Anda.

 

Pembawa Acara: Sebagian besar produk segar yang diberikan kepada para atlet dan petugas di Olimpiade Musim Panas tahun 2008 di Beijing, China ditanam di daerah setempat dalam rumah kaca  organik dan hidroponik.

Ahli hidroponik dunia ternama Michael James Straumietis menyatakan bahwa alternatif ini dipilih karena “hidroponik menyediakan pengawasan mutu yang ketat, persediaan yang bisa dipercaya, bermanfaat bagi lingkungan, dan menghasilkan panen yang bergizi tinggi.

Dari mana datangnya konsep hidroponik ini? Gagasan itu sebenarnya sudah kuno, dan beberapa manusia pertama yang sudah melakukan metode perkebuhan ini adalah orang-orang Inca dan Aztec.

 

David (m):  Menanam dengan teknik hidroponik adalah teknik yang sangat kuno.

Ia pertama kali dikembangkan dengan perkebunan gantung di Babylon, sebuah kota yang sangat tua. Orang Amerika mengembangkannya lebih jauh pada saat Perang Dunia Kedua untuk memberi makan bagi tentaranya yang berada di pulau-pulau.

Sesudah itu, ia dikembangkan secara komersil oleh Dr Cooper di Inggris. Kemudian diikuti dan dikembangkan dengan sangat komersil oleh orang Belanda dan negara-negara lain di dunia.

Sekarang di seluruh dunia, saya kira setidaknya 90% hasil tanaman rumah kaca ditanam secara hidroponik, menggunakan satu bentuk atau bentuk yang lain dari penanaman hidroponik.

 

Pembawa Acara: Buku pertama tentang bentuk pertanian ini adalah Sylva Sylvarum, ditulis oleh Sir Francis Bacon dari Inggris, diterbitkan pada tahun 1967.

 

Penyelidik alam Inggris, John Woodward, meneruskan percobaan hidroponik dengan menanam tanaman permen secara hidroponik. Di tahun 1699, ia menerbitkan hasilnya, menyatakan bahwa tanaman yang dialiri air sungai atau kolam tumbuh lebih melimpah daripada mereka yang ditanam di air yang disuling. Dia menyimpulkan bahwa tanaman mendapat manfaat dari nutrisi yang ditemukan dalam air alami.

Ini dikuatkan di tahun 1842, ketika ahli tumbuhan Jerman Julius Vos Sachs dan Wilhelm Knop mengidentifikasi sembilan elemen yang mereka percaya sebagai yang diperlukan dalam pertumbuhan tanaman. Dengan melarutkan elemen-eleman ini ke dalam air untuk memberi makan tanaman, baik pertumbuhan maupun produksi buah-buahan  akan tumbuh dengan luar biasa.

Pada tahun 1929, konsep perkebunan hidroponik mulai mengakar dan menyebar di AS, didorong oleh usaha-usaha yang antusias dari Profesor William Fredirick Gericke dari Universitas Kalifornia di Berkeley.

Sebenarnya, istilah “hidroponik” diciptakan oleh Profesor Gericke dan diambil dari kata Yunani hydros yang artinya  “air”, dan ponos artinya “kerja”.

Sekarang ini,  para petani hidroponik menanam tanaman dalam air yang mengandung  mineral dan nutrisi yang dihancurkan. Enam gizi utama adalah nitrogen, fosfor , potasium, kalsium, magnesium dan sulfur, bersama sedikit elemen lainnya seperti borium, tembaga, besi, timah dan manggan untuk memastikan panen yang berlimpah, enak, dan penuh dengan gizi.

Pembawa Acara: Minggu lalu, kami telah membicarakan tentang hidroponik, sebuah metode pertanian yang tidak membutuhkan tanah, sebagai gantinya adalah tanaman yang ditanam dalam  larutan air dan mineral dengan akar yang kadang-kadang disangga oleh media lembam. 

Hari ini kami akan memeriksa bagaimana sebenarnya sistem penanaman makanan ini bekerja. Salah satu teknik hidoponik adalah sistem budidaya air, dimana akar dari tanaman diletakkan di atas peron yang mengambang, dan akar tersebut tumbuh dalam larutan nutrisi.

Bapak David Barton adalah operator rumah kaca Island Horticulture di Canterbury, Selandia Baru. Ia telah menanam sayur-sayuran secara  hidroponik selama lebih dari 25 tahun.

Ia akan lebih jauh menjelaskan tentang sistem ini, kadang-kadang disebut teknik selaput nutrisi.

David: NFT singkatan dari Teknik Lapisan Nutrisi (nutrient film technique). Ini adalah tempat dimana sebuah lapisan air yang tipis mengalir melalui saluran, seluruh nutrisi akan larut di dalam air tersebut dan akar-akar tumbuh karena air tersebut. Jadi tanaman mendapatkan oksigen dan nutrisi, segalanya dari air tersebut.

Pembawa Acara: Sebentar, semakin banyak penggunaan sIstem hidroponik yang merupakan sistem tetes, tanaman diletakkan di dalam media tanam lambat. Kemudian pipa air yang dipenuhi dengan lubang-lubang kecil sebagai saluran tetesan diletakkan di dekat akar tanaman, membiarkan larutan nutrisi diteteskan langsung ke dalam dasar dari setiap tanaman.

Kelebihan larutan nutrisi dapat keluar menjadi genangan dan dikumpulkan kembali ke waduk untuk digunakan kembali.

David: Tumbuhan mendapatkan air dan nutrisi dari air; tanaman ini diberi makan melalui alat penetes yang dihubungkan ke sumber yang ringan.

Jadi semakin ringan sumbernya, semakin banyak air dan nutrisi yang didapat oleh tanaman.

Jadi kami sedang mencocokkan kebutuhan tanaman dengan kondisi dimana tanaman sedang tumbuh. Hal ini dapat menggunakan nutrisi dan air dengan efisien dan tidak boros. Tanaman-tanaman ini telah ditanam lebih dari 2 hari.

Mereka semua tumbuh di dalam tabung khusus yang dibuat dari batu, batu basal di dasarnya seperti penyekatan.

Anda dapat melihat akar-akar yang tumbuh melalui pengantara dan keluar dari dasar. Ini  dengan sendirinya memenuhi pengantara bantal kami yang dibuat dari sabut kelapa dan tiap tanaman diberi makan melalui sebuah penetes.

Anda dapat melihat air sekarang memberi makan setiap tanaman.

Pembawa Acara: Beberapa tipe perantara yang kaku seperti vermikulit, perlit, tanah liat, karang, atau sabut kelapa dapat digunakan.

Bahan-bahan kaku ini bebas dari penyakit dan cacing dan dapat menampung berbagai jumlah air dan udara yang membantu akar untuk tumbuh dan berkembang.

Mereka juga menyediakan dukungan bagi tanaman, membiarkan tumbuhan yang jenisnya lebih banyak dan lebih besar untuk tumbuh.

David: Di belakang kaki saya ada sepotong sabut kelapa tebal yang merupakan bahan untuk penanaman. Sabut kelapa adalah barang yang tak terpakai dari sekam kelapa. Dia dapat dikelompokkan dan dikompres menjadi bantalan. Kami meletakkannya ke dalam wadah yang menggantung dan diberi air serta nutrisi.

Sabut kelapa seperti yang Anda lihat merupakan bahan yang cukup bagus, tidak ada apapun kecuali sabut kelapa.

Jadi segala hal yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh, kami berikan kepada tanaman. Kami memberi nutrisi ke tanaman dalam proporsi yang benar sehingga tanaman akan tumbuh dengan baik.

Tumbuhan apapun yang tumbuh dengan baik maka hasil dari tanaman tersebut akan baik untuk Anda. Hal yang terpenting adalah kita harus menjaga agar tanaman tumbuh dengan baik tanpa tekanan.

Pembawa Acara: Hampir seluruh jenis tanaman dapat tumbuh dengan menggunakan hidroponik.

David: Anda dapat menanam strawberi, Anda dapat menanam selada, Anda dapat menanam bit perak, Anda dapat menanam kacang-kacangan, tomat, ketimun, daftar ini tidak ada habisnya. Untuk selada, Anda memerlukan perantara atau lapisan air yang murni, NTF. Untuk bit perak, karena strukturnya yang banyak, perantara yang lebih baik dapat berupa papan, kerikil, atau seperti yang kita gunakan, sabut kelapa.

Anda dapat memperoleh bermacam-macam sistem melalui satu dasar persiapan.

Pembawa Acara: Hidroponik sebenarnya sangat mudah untuk diterapkan dan bahkan orang-orang yang berkebun di rumah dapat menanamnya tanpa tanah.

David: Tanamannya dapat ditanam di luar. Kami hanya menggunakan rumah kaca sebagai pengatur lingkungan. Namun persiapan dasar dapat dilakukan di kebun siapapun dengan biaya yang sangat kecil dan kesenangan yang besar.

Pembawa Acara: Anda sedang menyaksikan Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita. Ketika kembali setelah pesan pendek berikut, kami akan belajar lebih tentang perkebunan hidroponik, salah satu dari metode pertanian ahimsa yang tidak ada cacing yang dilukai selama proses pertanian.

Tetaplah di saluran televisi Anda di Supreme Master Television.

Pembawa Acara: Di Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita hari ini, kita akan terus menjelajahi metode pertanian yang dianggap sebagai pertanian ahimsa, yang tidak melukai makhluk lain seperti ulat yang bermanfaat bagi pertanian, yang biasa disakiti dalam proses pertanian.

Pembawa Acara: David Barton, seorang veteran dalam bidang pertanian hidroponik menjelaskan pentingnya hiprodonik dalam ekosistem kita.

David: Penanaman hidroponik selaras dengan alam, tidak bertentangan dengan alam. Kita harus melestarikan dan melindungi Alam. Ini juga tentang usaha kita untuk memberi yang terbaik kepada pelanggan untuk memastikan agar para pelanggan mendapatkan makanan yang sehat dan melakukan yang terbaik sebagai tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.

Saya percaya bahwa perkembangan hidroponik akan semakin baik karena telah ada kemajuan teknik yang lebih baik, ketika air menjadi semakin berharga, penggunaan tanah semakin langka untuk tujuan perkebunan, jadi kita harus menjaga apa yang telah kita dapat dan memastikan bahwa hal tersebut digunakan secara bijaksana dan dengan cara yang terbaik sehingga kita dapat memproduksi secara efisien apa yang dibutuhkan oleh orang-orang, pelanggan kita.

Pembawa Acara: Keuntungan dari pertanian hidroponik adalah tidak perlu mempertimbangkan biaya persiapan pada awalnya, karena akan segera diganti rugi oleh keuntungan dari metode yang efisien ini.

Dengan penanaman hidroponik, kita harus meletakkan beberapa prasarana ke dalam rumah kaca. Ini cukup mahal namun terjamin karena kita dapat memproduksi jumlah besar dalam area yang kecil, sehingga memberi efisiensi.

Jadi saya pikir kita menggunakan teknologi dan alam secara bersamaan. Jadi, kita dapat menghentikan penghancuran lingkungan, kita dapat menghentikan panasnya matahari sepanjang hari.

Secara pribadi saya sangat menikmati pertanian hidroponik dan hasil yang ia berikan.

Pembawa Acara: Baru-baru ini, sebuah turunan hidroponik yang disebut  “aeroponik” telah dikembangkan. Dalam sistem ini, tanaman hanya ditanam dalam media udara atau embun. Akar tanaman dibiarkan tergantung di udara dan diembunkan oleh selang yang berasal dari sebuah pompa nutrisi.

Sistem ini biasanya dioperasikan dengan sebuah pengatur waktu, dan setelah pengembunan, larutan nutrisi yang tidak digunakan diteteskan kembali ke penampungan untuk didaur ulang.

Tanaman biasanya ditanam dalam sebuah sistem tertutup atau semi-tertutup, yang membantu meminimalkan penyakit-penyakit tanaman dan mencegah masuknya serangga ke wilayah tanaman.

Salah satu kelebihan sistem ini adalah tanaman umbi seperti kentang dapat dipanen hanya dengan membuka kotak tanam dan memilih yang sudah siap panen, tanpa harus menggali tanah atau media tanaman. Di samping itu, aeroponik sangatlah efisien, menggunakan lebih sedikit air dibandingkan dengan hidroponik tradisional.

Badan Administrasi Angkasa dan Ilmu Penerbangan Nasional (NASA) di Amerika Serikat telah melakukan penelitian yang mendalam atas aeroponik, termasuk pengembangan solusi alami yang disebut ODC (organic disease control/ pengendalian penyakit organik), yang menghapus kebutuhan pestisida. Juga, di Hà Ni, Âu Lc (Vietnam), sebuah program doktoral aeroponik telah didirikan.

Tanaman utama yang dibudidayakan adalah kentang, dengan rencana distribusinya kepada para petani dimana benih kentangnya akan disuci-hamakan dan ditanam tanpa pestisida.

Saat ini, kol, selada hijau, herbal, kentang, tanaman umbi lain dan tanaman obat-obatan adalah yang paling banyak  ditanam dengan sistem aeroponik.

Cara tanam lain yang tidak mencederai cacing adalah perkebunan “alas yang diangkat”. Perkebunan alas diangkat tradisional dilakukan dengan menempatkan tanah dalam alas atau pot yang dinaikkan di atas tanah.

Akan tetapi, versi lain dari alas diangkat sedang dikembangkan dimana tanaman ditanam dalam pot yang diisi dengan media berpori yang lembam.

Pot diletakkan dalam larutan air yang dangkal dan nutrisi yang dihancurkan , dan larutan air ditarik ke atas ke akar oleh kapiler.

Jenis bahan lembam utama yang digunakan dalam metode ini adalah tanah liat atau sabut kelapa yang dikembangkan, keduanya mempunyai lebih banyak ruang udara daripada campuran pot,  memungkinkan lebih banyak oksigen sampai ke akarnya.

Metode ini, seperti hidroponik tradisional, mengurangi banyak pekerjaan mulai dari penyiangan lahan serta pengerjaan lahan, dan hanya membutuhkan jumlah air yang minimum.

Ini bisa digunakan untuk menanam beberapa jenis tanaman berdaun hijau sampai anggrek. Teknik-teknik tambahan pertanian ahimsa saat ini sedang diuji coba dan dikembangkan, salah satunya memungkinkan para petani untuk menanam tanaman rimbun dan produktif yang seluruhnya di pasir, dimana tidak terdapat cacing.

Bagi para petani di pedesaan pesisir  Đông Bàn,  Provinsi Hà Tĩnh, Âu Lc (Vietnam), persediaan air bersih dan lahan sangat langka.

Akan tetapi pasir putih terdapat di mana-mana,  dan kentang manis, kacang-kacangan (khoai lang) (lc) serta sayur-sayuran (rau) bisa tumbuh di sana. Kacang-kacangan tumbuh dari bulan November sampai April, sementara musim kentang manis dari bulan Agustus sampai Januari.

Areal lain, Bãi Dù, juga mengkhususkan diri dengan menaman kentang manis di pasir bersama-sama sayur-sayuran lain seperti kol.

Jika disediakan air yang cukup, pasir bisa memberikan hasil yang berlimpah.

Selama bertahun-tahun, para petani di China telah menanam banyak tanaman di pasir yang hanyut dari Sungai Mekong. Tanaman seperti kacang-kacangan, jagung, dan kentang manis ditanam di penghujung musim hujan sekitar bulan Oktober dan dipanen sekitar bulan Maret.

Akar tanaman tersebut diberi nutrisi dengan membuat tampungan air di pasir. Dampak pemanasan global dapat dilihat dari berkurangnya  air maupun makanan. Dengan jenis pertanian efisiensi tinggi ini, yang juga menghormati semua kehidupan, semoga lebih banyak orang memilih solusi dari produksi pangan vegan organik yang berkelanjutan ini.

Pembawa Acara: Terima kasih telah bersama kami hari ini di Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita. Acara kami mengudara setiap Rabu di Supreme Master Television. Selanjutnya, tetaplah bersama kami untuk Hiburan yang Mencerahkan, setelah Berita Patut Disimak. Semoga hidup Anda diberkati dengan pemenuhan dan kebahagiaan yang melimpah.


 
Cari di Semua Acara
 
Video Tanpa Teks Terjemahan
 
Paling populer
 Vegan: Cara Tercepat untuk Mendinginkan Planet
 Pertanian Ahimsa: Pertanian Organik tanpa Tanah
 "Home": Film Dokumenter Lingkungan dari Yann Arthus-Bertrand
 Dr. Rajendra K. Pachauri - Peringatan Global: Dampak Produksi dan Konsumsi Daging terhadap Perubahan Iklim
 “Perubahan Iklim, Perubahan Kehidupan” - Pesan dari Greenpeace Brasil
 Dunia Taman Asli yang Memikat bersama Alrie Middlebrook
 Ilmuwan Perubahan Iklim Dr. Stephen Schneider tentang Keadaan Planet Kita
 Metode Pertanian Alami Yoshikazu Kawaguchi
 Tinjauan Lebih Dekat tentang Mencairnya Antartika bersama Dr. Ted Scambos
 Penyebab Cepat Hilangnya Biodiversitas Global: Industri Peternakan