Nun Shi Hongqing dari China: Breatharian selama Lebih dari 20 Tahun    Bagian ke 4
 
Nun Shi Hongqing dari China: Breatharian selama Lebih dari 20 Tahun  Bagian ke 4
Bagian ke 1 Play with flash player Play with windows media
Bagian ke 2 Play with flash player Play with windows media
Bagian ke 3 Play with flash player Play with windows media
Bagian ke 4 Play with flash player Play with windows media
Bagian ke 5 Play with flash player Play with windows media
Acara ini mendiskusikan kemungkinan breatharisme, atau hidup tanpa mengonsumsi makanan, dan bukan instruksi yang lengkap. Demi keselamatan diri Anda, mohon tidak mencoba berhenti makan tanpa tuntunan memadai dari ahli. Demi keselamatan diri Anda, mohon tidak mencoba berhenti makan tanpa tuntunan memadai dari ahli.

Supreme Master TV: Dalam berbagai kitab suci, tubuh manusia sering disebut sebagai kuil Tuhan. Namun, sungguh suatu hak istimewa yang luar biasa bagi setiap jiwa untuk mencapai kediaman suci yang dihuni sang Ilahi, karena sungguh adalah suatu berkah untuk bisa terlahir sebagai manusia. Dalam beberapa kesempatan, Maha Guru Ching Hai telah berbicara tentang kelangkaan fenomena ini:

Maha Guru Ching Hai: Untuk bereinkarnasi ke dunia manusia amat sulit. Kita harus memiliki cukup Kualitas Manusia. Kita harus memiliki afinitas dengan orangtua dan dengan masyarakat, dengan orang-orang di sekitar tempat kita dilahirkan. Amat sulit. Untuk menjadi manusia, kita memerlukan sejumlah pahala. Kita telah melakukan sesuatu yang baik di masa lampau agar bisa memilih kelahiran sebagai manusia.

Supreme Master TV: Sebagai kuil hidup Tuhan, tubuh manusia dilengkapi sepenuhnya dengan keajaiban luar biasa yang bisa dibangkitkan dalam diri mereka yang sadar secara spiritual dan memiliki keyakinan penuh kepada Pencipta segala kehidupan. Inedia, bahasa Latin untuk “puasa”, adalah kemampuan manusia untuk hidup tanpa makanan. Sejak dahulu kala, telah ada individu-individu yang dapat menopang dirinya sendiri dengan prana, atau daya hidup vital. Melalui berkah dari sang Pemurah, para inediat, mereka yang mengikuti gaya hidup tanpa makanan, bisa mengambil energi dari alam untuk memberi makan diri mereka:

Maha Guru Ching Hai: Mereka hidup dari chi yang berasal dari tanah, atau dari hutan, dan dari matahari serta dari udara. Mereka memanfaatkan semua itu. Atau mereka hidup dari kasih, dari iman semata.

Supreme Master TV: Individu-individu tersebut dikenal sebagai breatharian (pranarian atau inediat), solarian, atau waterian, dan mereka berasal dari semua golongan, dari kebudayaan berbeda, dan dari semua sudut dunia. Sesungguhnya, kemungkinan dan keajaiban dalam hidup ini sebagaimana yang telah dirancang Pencipta kita yang murah-hati adalah tanpa batas; kita hanya perlu terhubung ke dalam untuk mengenali hadiah berlimpah kita sebagai anak-anak Tuhan. Maha Guru Ching Hai dengan penuh kasih merekomendasikan rangkaian acara mingguan dalam Supreme Master Television untuk memperkenalkan individu-individu ini di masa lalu dan masa sekarang yang telah memilih untuk hidup tanpa-makanan di Bumi. Semoga kisah spiritual mereka memikat Anda; semoga hati menjadi terbuka, dan wawasan berkembang

Supreme Master TV: Di planet Bumi kita terdapat individu-individu yang  memilih untuk menjauh dari makanan fisik dan bergantung pada prana, atau energi kosmis, untuk makanan mereka.

Biarawati Shi Hongqing: Kapan pun saya bermeditasi di bawah sinar Matahari di siang hari, jiwa saya akan keluar dan terbang ke Surga. Saya tidak berada di Bumi lagi.

Biarawati Shi Hongqing: Sekarang saya hidup sebagai  seorang breatharian dan saya berharap akan menjadi seperti Matahari, memberi cahaya  bagi Bumi, melindungi dunia dan memberi kehangatan  bagi dunia.

Supreme Master TV: Sejak Juli 1990,  Biarawati Shi Hongqing  dari Kuil Teratai di China telah hidup tanpa makanan, hanya minum air ketika tubuhnya  merasakan perlu untuk itu.  Yang menakjubkan adalah,  Biarawati Shi Hongqing  telah menjalani  hidup tanpa makanan sejak ia berusia tiga tahun.

Biarawati Shi Hongqing: Mulanya, selama sebulan,  setengah bulan,  dan yang paling lama  adalah enam bulan.  Itu adalah yang terlama  pada saat itu, sejak 1990 hingga sekarang. Pada usia  antara tiga dan empat tahun,  tiga bulan adalah yang terlama; itu terjadi pada usia tiga dan empat tahun. Pada usia lima dan enam,  yang terlama  adalah empat bulan. Empat bulan. Lalu antara usia 13 dan 14 tahun, saya biasa berpuasa selama tujuh bulan. Antara 16 dan 19 tahun,  saya melakukannya selama sembilan bulan. Saya merasa 9 bulan itu terlalu singkat. Antara usia 19 hingga 23,  saya lakukan selama satu tahun. Ketika saya berusia 23 tahun,  saya menjadi seorang biarawati dan telah terbebas dari  makanan hingga sekarang. Itulah perkembangannya.  Di masa depan,  saya mungkin makan lagi, tetapi kita lihat saja nanti. Dan tidak makan bukanlah sesuatu yang tidak alami. Itu adalah hal yang alami.  Banyak orang  tidak mempercayai saya. Setelah tinggal dengan saya, mereka tahu saya bisa melakukan itu.

Supreme Master TV: Selama hidupnya, sebelum  menjadi seorang breatharian,  Biarawati Shi Hongqing  adalah seorang vegetarian, bahkan saat ia masih berada dalam rahim ibunya.

Biarawati Shi Hongqing: Sebelum saya lahir,  orangtua saya tidak seperti ini. Selama masa kehamilan, saat mereka makan hewan, mulut mereka akan membusuk dan mereka akan sakit.  Ibu saya melahirkan  sembilan anak; ia makan daging selama  delapan kehamilan. Tetapi, ketika ia mengandung saya, ia makan vegetarian.

Supreme Master TV: Jadi, orangtua Anda terbiasa makan daging,  tapi setelah melahirkan Anda, mereka menjadi vegetarian?

Biarawati Shi Hongqing: Ketika ibu saya  mengandung saya, ia makan vegetarian, tetapi  setelah ia melahirkan saya,  ia kembali makan daging.  Ketika saya berusia sembilan tahun,  ia mulai makan vegetarian  secara bertahap.

Supreme Master TV: Jadi, selama ibu Anda mengandung Anda,  ia adalah vegetarian?

Biarawati Shi Hongqing: Ia mempertahankan pola makan vegetariannya  selama sebulan setelah  saya lahir. Sebulan kemudian,  saya tidak tinggal  bersama orangtua saya,  saya mulai tinggal dengan  nenek dari ibu saya,  jadi sejak saya lahir, saya  selalu menjadi vegetarian.

Supreme Master TV: Anda tidak pernah makan daging selama hidup Anda.

Biarawati Shi Hongqing: Tidak pernah.

Supreme Master TV: Bagaimana dengan  mengunjungi tetangga dan  teman yang makan daging?

Biarawati Shi Hongqing: Saya tidak pernah mengunjungi  rumah mereka karena saya akan muntah jika mencium bau daging. Ketika saya masih kecil,  saudari dan saudara saya akan menyembunyikan daging di bawah nasi, tetapi saya  tak akan makan nasi itu. Ini terjadi dua kali. Dan ketiga kalinya,  saya bertengkar dengan mereka,  dan saya tidak berbicara  dengan mereka lagi.  Waktu itu saya masih sangat kecil dan berhenti makan, tapi saya punya banyak kekuatan.

Supreme Master TV: Sebagai anak-anak,  Biarawati Shi Hongqing secara alami tertarik  terhadap spiritualitas.  Ia sangat suka menghabiskan waktunya  bersama dengan orang-orang  vegetarian, bikkhu, bikkhuni,  dan memberi penghormatan  kepada patung-patung Buddha selama berjam-jam, kadang kala  selama berhari-hari,  di kuil desa.

Biarawati Shi Hongqing: Selama beberapa waktu, saat saya berusia 3 atau 4 tahun,  ini cukup menarik,  sebenarnya, bahwa saya  bisa duduk di satu tempat  seperti sebuah patung  Bodhisattva tanpa bergerak. Sekali waktu, kami pergi  bermain di lereng bukit.  Kemudian saya tidak pulang,  tetapi tidak ada yang  mencari saya. Mereka mengira saya pergi ke salah satu tempat nenek saya atau dengan ibu saya; mereka hanya bertanya-tanya dalam hati di manakah saya.  Sebenarnya, saya pergi  ke kuil Roh Angin,  dan duduk di bawah  patung Bodhisatva di aula pemujaan.  Tidak ada  yang menjaga kuil itu  pada saat itu. Kemudian, seseorang memberitahu  orangtua saya, “Putrimu telah duduk di kuil selama beberapa hari.” Orangtua saya menjawab, “Sungguhkah? Saya pikir dia pergi ke rumah  salah satu nenek.” Ini terjadi pada waktu saya  berusia tiga atau empat tahun. Kemudian pada waktu saya berusia lima atau enam tahun, saya sering ke kuil dan membawa dupa saya sendiri untuk dibakar di sana. Waktu itu saya bersama orang-orang yang vegetarian dan yang melafal nama Buddha Amitabha atau nama Bodhisattva Quan Yin. Saya tinggal dengan mereka dan tidak pulang ke rumah. Keluarga saya tidak mencari saya juga. Pada waktu saya muda, saya adalah pendiam. Pada waktu saya kecil, saya hampir bisu. Saya tidak bicara. Mengapa saya tidak bicara? Saya merasa percakapan kita membosankan, bukan hal yang menarik bagi saya. Karena itu, semua orang berkata, “Anak ini sepertinya bisu, dia tidak berbicara.” Saya bahkan tidak mengucap salam kepada orangtua saya; saya hanya menunduk kepada mereka.

Supreme Master TV: Jadi, waktu Anda muda, orangtua Anda tidak tahu bahwa Anda hidup tanpa makanan selama berhari-hari?

Biarawati Shi Hongqing: Tidak, mereka tidak tahu, karena kami memiliki tiga rumah. Rumah nenek dari ayah saya, rumah nenek dari ibu saya, serta rumah ibu saya. Oleh karena itu, orangtua saya tidak tahu apa pun tentang hal ini. Pada waktu saya berusia 7 sampai 8 tahun, saya tak suka tinggal di rumah. Saya keluar bermain terus-menerus, tapi saya tidak bermain ke rumah orang lain. Saya hanya pergi ke tempat di mana saya bisa menemukan Bodhisattva, makanan vegetarian, dan melafalkan sutra. Ada Kuil Dewa Angin di tempat yang berdekatan. Itu sangat dekat. Saya selalu menghabiskan waktu berbicara kepada Bodhisattva dan bersujud kepadanya. Itu adalah hal yang paling suka saya lakukan. Pada waktu itu saya berusia tujuh atau delapan tahun. Lalu, pada waktu saya berusia sembilan atau sepuluh tahun, saya ingin menjadi umat Buddha. Ayah saya memiliki hati seorang Bodhisatwa; dia sangat berwelas asih. Ayah saya bersimpati kepada saya, melihat saya tak makan dengan baik karena tiga saudara saya yang lain sangat kasar kepada saya. Pada waktu ada daging, mereka akan menghabiskannya. Ketika tidak ada daging, mereka akan makan makanan vegetarian saya. Setelah mereka makan habis tahu di mangkuk saya, saya makan semangkuk nasi saja dengan air yang tersisa. Tiga orang saudara saya terus memperlakukan saya seperti ini setiap hari. Saya lalu memutuskan tak makan lagi dalam hidup saya, dengan begitu, tak akan ada pertengkaran lagi. Itulah sebabnya ayah saya bersimpati kepada saya. Ia bertanya kepada bhikkhu Xiao, “Bisakah Anda menerima putri saya sebagai seorang bhikkhuni di dalam kuil agar dia bisa hidup lebih baik dan menikmati makanan dan kehidupan yang lebih baik?” Bhikkhu itu menjawab, “Oke, tapi itu juga tergantung pada takdirnya.” Guru Zhoug Jian dari kota Ganzhou telah menolak banyak orang sebelumnya. Setelah saya tiba di sana, kami berpapasan, ketika saya sedang naik tangga, dia sedang turun tangga. Setelah kami bertemu, dia memimpin upacara bagi kami untuk menjadi umat Buddha. Ibu saya dan saya berdua menjadi umat Buddha. Pada waktu itu, saya baru berusia sembilan tahun. Ketika saya kira-kira berusia 8, atau 9 hingga 10 tahun, saya merasa nyaman ketika tak makan apa pun.

Supreme Master TV: Bagaimana Anda berhenti makan makanan dan menjadi seorang breatharian?

Biarawati Shi Hongqing: Saya tiba di Gunung Teratai sebagai orang luar. Itu adalah kuil bagi biarawan; saya adalah seorang wanita. Karena datang ke kuil ini sebagai wanita untuk berlatih spiritual, saya pikir jika saya tidak makan apa pun,  tidak seorang pun akan  mengganggu saya. Mereka akan biarkan saya lakukan apa pun yang saya ingin. Selama latihan saya, saya membaca sutra-sutra dan memuja Buddha. Saya tidak mendapatkan dukungan keuangan dari kuil. Saya beritahu Buddha bahwa saya akan sangat bahagia jika menjadi Buddha hidup yang tercerahkan. Saya tiba di Gunung Teratai pada tanggal 20 Juni 1990, dan saya  berhenti makan makanan sekitar tanggal 20 Juli.

Supreme Master TV: Apa yang terjadi dalam  hidup Anda yang mendorong Anda menjadi breatharian?

Biarawati Shi Hongqing: Saya hanya secara alami berhenti makan.

Supreme Master TV: Sejak Juli 1990, Biarawati Shi Hongqing dari Kuil Teratai di China telah  hidup tanpa makanan, hanya minum air saat tubuhnya merasa  membutuhkan itu. Ia adalah seorang vegan sepanjang hidupnya sebelum menjadi seorang breatharian. Yang mengherankan, Biarawati Shi Hongqing telah  mengalami masa menjalani hidup bebas-makanan sejak ia berusia tiga tahun, kadang-kadang hidup selama  tiga bulan tanpa makanan antara usia  tiga dan empat tahun. Bagi Nun Shi Hongqing, kehidupan desa yang  sederhana, hidup selaras dengan alam, melengkapinya dengan semua gizi yang ia butuhkan.

Biarawati Shi Hongqing: Jadi, saya tumbuh besar di sini. Kita bisa makan cabang-cabang pohon ini. Kita juga dapat makan buah-buahan liar ini. Buah-buah itu sangat manis, sangat lezat. Di sini, yang satu ini adalah  pohon persik, dan yang satu ini adalah pohon Ren-qian. Itu semua menghasilkan buah liar. Anda lihat semua  buah liar di pohon itu? Kami orang-orang di pedesaan hanya makan buah liar ini. Kami tidak perlu membeli buah apa pun. Kami dapat hanya memetik buah di pohon Ren-qian atau di atas tanah. Jika Anda ingin berpuasa, Anda dapat makan buah-buahan ini. Itu akan memberi Anda energi. Anda dapat menelannya saja  bahkan tanpa mengunyah. Tidak memakai pupuk kimia apa pun atau pestisida dan  diberi makan oleh aliran air yang alami. Saat Anda pertama kali mulai memakannya, jangan makan terlalu banyak. Makan sedikit saja sampai Anda merasa penuh. Rasanya sangat manis, sama sekali tidak pahit.

Supreme Master TV: Kita bisa makan ini?

Biarawati Shi Hongqing: Ya.

Supreme Master TV: Rasanya sangat enak, sangat manis!

Biarawati Shi Hongqing: Ya. Makanlah beberapa lagi.

Supreme Master TV: Itu adalah sebuah cabang  pohon, jadi mengapa rasanya semanis buah?

Biarawati Shi Hongqing: Tumbuhan liar. Sudah manis  sejak dahulu kala.

Supreme Master TV: Pohon itu sangat spiritual.

Biarawati Shi Hongqing: Sangat spiritual.

Supreme Master TV: Anda mulai memakannya sebelum Anda berhenti makan?

Biarawati Shi Hongqing: Sebelum saya berhenti makan makanan, saya akan datang ke sini dan memetik  cabang-cabang itu untuk dimakan. Kemudian perlahan-lahan saya semakin kurang makan. Saat masih kecil, saya merasa sangat nyaman duduk di sini. Terdapat sebuah sungai  mengalir dari sini, dan terdapat sebuah jembatan di atas sungai itu. Juga ada beberapa naungan. Saya akan duduk di sana untuk bermeditasi dan tiada orang akan mengganggu saya. Ketika saya masih kecil, saya biasa bermeditasi di sini.

Supreme Master TV: Sangat tenang.

Biarawati Shi Hongqing: Sangat tenang. Ketika saya menyerap energi alami yang berlimpah-limpah,  saya tidak kekurangan oksigen. Ketika saya masih kecil,  saya biasa bermain di sungai. Setelah berhenti makan makanan, saya meditasi di sini. Sebuah tempat yang hebat untuk meditasi karena tiada orang datang mengganggu saya. Anda bisa mendengar  suara air siang dan malam. Angin bertiup dan rasanya sangat nyaman saat saya bermeditasi sehingga saya lupa untuk makan. Tiga atau empat hari dalam seminggu saya akan meditasi di sini dan saya akan lupa untuk pulang ke rumah. Ketika saya masih kecil, saya suka bermain di sini. Tempat ini memiliki feng shui yang hebat. Sayuran di bawah sana disebut “sayuran besar”, atau “gai-cai”.

Supreme Master TV: Jadi, ini adalah gai-cai. Sangat besar!

Biarawati Shi Hongqing: Lezat dan bergizi. Nama ilmiah untuk sayuran ini  adalah “gai-cai”, tetapi kami  namakan “sayur besar”. Itu adalah sayuran yang  sangat bergizi. Lihat sungai itu? Sangat tenang di sini. Saat masih kecil, saya akan bermain di atas karang-karang itu. Saya akan membawa Anda mandi di bawah sana. Air sungai itu dapat mengobati penyakit kulit dan otot yang bengkak.

Supreme Master TV: Ini adalah mata air alami. Tidak terpolusi sama sekali.

Biarawati Shi Hongqing: Ya, itu semua adalah mata air alami tanpa polusi apa pun. Itu sebabnya air itu amat baik. Kita tidak perlu makan makanan apa pun. Air itu cukup untuk memelihara diri kita. Rumput ini menjaga agar gigi kita sangat sehat. Bahkan membuka titik-titik meridian dalam mulut kita yang terhubungkan dengan seluruh tubuh. Kami minum air pegunungan setiap hari. Kami menyebutnya “air pegunungan dunia”. Air itu memiliki energi yang  amat baik dan kami biasa memakainya untuk  mencuci tangan dan mandi. Memuat banyak vegetasi gunung. Vegetasi di gunung itu menjaga air tetap murni. Sumber air itu juga sangat murni. Air di atas dataran itu berasal dari sungai kecil, tetapi air kami, misalnya jenis air ini, berasal dari gunung. Air yang mengalir melalui pepohonan di gunung itu tidak mengalami  polusi apa pun dan membantu memperpanjang hidup kita.

Supreme Master TV: Menuju ke manakah pipa ini?

Biarawati Shi Hongqing: Pipa ini menuju  puncak gunung.

Supreme Master TV: Jadi, air itu berasal dari mata air dari atas gunung?

Biarawati Shi Hongqing: Ya. Mata air gunung ini tidak terpolusi sama sekali.

Supreme Master TV: Bisakah saya meminum ini?

Biarawati Shi Hongqing: Ya, air itu bisa diminum. Anda juga bisa memakainya untuk mencuci muka Anda. Kulit Anda akan menjadi sangat halus, sangat cantik. Tetapi, air di kota  disalurkan dari tanah kering. Air ini adalah mata air alami.

Supreme Master TV: Rasanya sangat manis!

Biarawati Shi Hongqing: Jadi, jika Anda ingin berusia panjang, Anda harus tinggal di pegunungan. Anda bahkan bisa berpuasa dan berhenti makan. Anda bisa bertahan hidup  hanya dengan minum sedikit air. Sumber dari air ini telah dinutrisi oleh nutrisi-nutrisi alami dari tumbuh-tumbuhan sehingga rasanya sangat enak. Saya telah  minum air ini sejak saya kecil. Setelah minum sedikit, saya akan bermeditasi atau melafalkan nama Buddha dan saya akan lupa untuk makan. Jadi, secara bertahap saya hanya berfokus pada melafalkan nama-nama Buddha dan berlatih spiritual. Dalam air ini, terdapat banyak nutrisi dari alam – dari  tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan – sehingga air itu menjadi penuh nutrisi juga. Air itu keluar  dari sini dan pohon ini mendapat nutrisi, dan menjadi air berkualitas terbaik.

Supreme Master TV: Dengan  restu orangtuanya Biarawati Shi Hongqing menjadi praktisi biara pada usia sembilan tahun. Pada saat itu, dia telah bisa hidup bebas makanan selama empat bulan dalam satu periode.

Biarawati Shi Hongqing: Setelah saya berlindung pada guru saya saat berusia  9 tahun, saya menjadi  lebih rajin bermeditasi. Saya tidak akan berkelahi dengan orang lain sama sekali. Sejak saya kecil, saya tidak pernah suka berkelahi dengan siapa pun. Saya memberikan apa pun yang orang-orang minta.

Supreme Master TV: Anda menjadi seperti itu setelah menjadi biarawati.

Biarawati Shi Hongqing: Setelah menjadi biarawati, saya tidak peduli mengenai apa pun lagi. Saya memberikan semua  pakaian bagus saya kepada  orang lain dan menyimpan  yang usang untuk diri saya.

Supreme Master TV: Pada usia 9 tahun Anda telah  dapat lebih banyak pengalaman daripada sebelumnya. Apakah Anda merasakan suatu perbedaan?

Biarawati Shi Hongqing: Satu-satunya perbedaan adalah  bahwa saat saya tidak makan,  saya penuh dengan energi. Saya memiliki banyak tenaga untuk memotong kayu bakar dan memikul air.

Supreme Master TV: Setelah menjadi biarawati, periode Anda  bebas makanan menjadi semakin panjang, ya?

Biarawati Shi Hongqing: Semakin panjang.

Biarawati Shi Hongqing: Sebagai breatharian, saya pikir matahari sangat penting. Matahari tidak makan apa pun, tetapi bisa bergerak sendiri. Saya berhenti makan dan menjadi breatharian. Sejak tahun 1990, saya tidak makan. Ini adalah waktu terlama saya melakukannya. Sebelumnya, ketika saya tidak bisa menahan lapar, saya akan makan. Kemudian saya hanya berhenti makan secara alami. Jika saya ingin makan, saya juga akan melakukannya secara alami. Jadi, menjadi breatharian bukanlah hasil dari tekad, tapi suatu tahap alami.

Supreme Master TV: Apakah sulit sekali saat Anda berubah menjadi breatharian?

Biarawati Shi Hongqing: Tidak terlalu sulit berhenti makan. Saya hanya melakukannya secara alami. Saya merasa seperti orang biasa.

Supreme Master TV: Apakah Anda makan sedikit dan semakin sedikit lalu akhirnya berhenti makan sama sekali atau Anda pertama berpikir tentang berhenti makan, lalu Anda berhenti?

Biarawati Shi Hongqing: Saya tidak pernah memikirkannya. Saya dulu merasa seperti ingin makan karena perut saya akan terasa lapar lalu saya ingin makan. Jika saya tidak makan apa pun, saya tidak merasa enak. Saat saya masih kecil, saya tidak mengerti apakah puasa itu. Saya hanya berhenti makan saat saya tak ingin makan, jadi tidak disengaja. Ada orang berhenti makan untuk beberapa tujuan, misalnya, mereka ingin menjadi terkenal atau mencapai kondisi tertentu. Tetapi dalam kasus saya, sangat normal bagi saya.

Supreme Master TV: Saat Anda berhenti makan, di hari pertama, bagaimana perasaan Anda?

Biarawati Shi Hongqing: Pada hari pertama, saya tidak merasa lapar; saya tidak merasakan apa pun secara khusus.

Supreme Master TV: Anda hanya merasa tidak ingin makan?

Biarawati Shi Hongqing: Saya hanya tidak ingin makan. Sangat alami.

Supreme Master TV: Setelah 3 atau 4 hari, apakah Anda rasakan perbedaan? Apakah ada perubahan dalam tubuh atau emosi Anda?

Biarawati Shi Hongqing: Saya tidak rasakan perubahan apa pun, saya terus membaca sutra dan semakin banyak saya baca, saya merasa lebih baik. Saya akan membaca sutra siang dan malam. Saya tidak merasa ingin tidur juga.

Supreme Master TV: Apakah saat itu Anda sakit? Merasakan hal lain?

Biarawati Shi Hongqing: Tidak.

Supreme Master TV: Setelah satu minggu, satu bulan, dan lalu tiga bulan, bagaimana Anda merasakan secara fisik di setiap tahap?

Biarawati Shi Hongqing: Saya tidak merasakan perbedaan. Saya merasa baik. Berat badan saya naik dan memiliki lebih banyak energi.

Supreme Master TV: Jadi, secara fisik Anda merasa lebih baik?

Biarawati Shi Hongqing: Ya. Saya merasa lebih ringan ketika saya berhenti makan. Saya memiliki banyak dan banyak energi. Tampaknya seperti saya terisi listrik. Saya memiliki banyak energi, dan saya tidak butuh tidur. Jika saya coba untuk makan, saya akan muntah.

Supreme Master TV: Apa maksud Anda?

Biarawati Shi Hongqing: Saya tidak bisa memasukkan makanan, dan saya akan muntah, jadi saya berhenti makan.

Supreme Master TV: Jadi, kemudian Anda menjadi breatharian total.

Biarawati Shi Hongqing: Ya, secara alami.

Supreme Master TV: Selama periode itu, apakah Anda mengidamkan makanan atau merasa lapar? Apakah Anda mengidamkan sayur-sayuran?

Biarawati Shi Hongqing: Tidak. Sebelum saya berhenti makan, saya minum air dan makan sayuran dan nasi. Saat saya berhenti makan, kadang kala saya akan merasa haus, jadi di hari-hari yang panas saya akan minum sedikit air. Tetapi, saya jarang minum air.

Supreme Master TV: Apakah Anda pernah mengidamkan makanan?

Biarawati Shi Hongqing: Tidak. Setelah saya berhenti makan, perut saya terasa sama seperti sebelumnya, jadi saya tidak merasa ingin makan lagi. Sewaktu saya masih kecil, saya berpikir bahwa tidak makan adalah menyenangkan. Saya masih terlalu kecil untuk memahami apa pun. Saya mulai melafalkan sutra sejak saya berusia empat tahun. Saya tidak pernah memiliki tujuan khusus untuk menjadi bebas-makanan. Saya hanya merasa baik sewaktu saya berhenti makan. Saya merasa sangat bebas ketika melafalkan sutra dengan para pelepas keduniawian lainnya. Secara ilmiah, jika orang berhenti makan, mereka akan mati kelaparan, tapi bagi saya, saya tidak tahu apa pun. Saya tidak berlatih metode apa pun, saya hanya seorang gadis desa, dan Buddha melindungi saya, jadi saya merasa sangat gembira ketika saya berhenti makan. Sewaktu saya berpuasa, saya hanya duduk di kuil ini, menatap patung Buddha dan menikmati wewangian dupa.

Supreme Master TV: Guru, apakah Anda bekerja di ladang saat Anda masih kecil?

Biarawati Shi Hongqing: Ya, saya mengumpulkan kayu bakar saat saya masih kecil. Kami orang-orang gunung tumbuh di alam dan kami pakai kayu bakar untuk masak.

Supreme Master TV: Jenis pekerjaan ladang apa yang Anda lakukan setiap hari?

Biarawati Shi Hongqing: Kami mengumpulkan dan menyiapkan kayu bakar, dan menanam palawija. Saya membawa kayu untuk membangun rumah. Kami orang-orang gunung tumbuh di alam, kami tidak suka membeli palang-palang besi. Kami lakukan ini setiap hari. Saat kami hidup di alam seperti ini, kami pergi ke lereng bukit untuk mengumpulkan kayu bakar, dan memakai batang kayu untuk membangun rumah.

Supreme Master TV: Saya lihat Anda sangat energetik dan Anda tidak makan makanan apa pun.

Biarawati Shi Hongqing: Kami para breatharian tidak perlu makan. Mengumpulkan kayu bakar seperti ini adalah aktivitas biasa. Saya sangat kuat.

Supreme Master TV: Apakah Anda harus membawa banyak bundelan kayu bakar seperti ni?

Biarawati Shi Hongqing: Ya, banyak. Satu bundel lebih dari 50 kilogram. Saya mengikatnya kencang-kencang. Itu adalah ranting yang sangat kuat.

Supreme Master TV: Setelah Anda berhenti makan apakah Anda merasa lebih lemah daripada sebelumnya saat Anda memikul ini?

Biarawati Shi Hongqing: Saya merasa lebih kuat daripada sebelumnya. Karena saya berlatih spiritual. Saat kita berhenti makan, kita memiliki lebih banyak kekuatan daripada orang lain dan kita bisa memiliki lebih banyak kekuatan daripada orang lain manapun.

Supreme Master TV: Jadi, Anda memiliki lebih banyak kekuatan?

Biarawati Shi Hongqing: Ya. Ini adalah kehidupan kita dalam lingkungan alami.

Supreme Master TV: Apakah Anda merasa pikulan ini berat?

Biarawati Shi Hongqing: Tidak, saya tidak merasa berat.

Supreme Master TV: Potongan kayu ini amat berat. Sangat tebal.

Biarawati Shi Hongqing: Ini bisa dipakai untuk membangun rumah. Setelah saya pikul ini pulang ke rumah, kami bisa pakai untuk membangun rumah kami. Tidak makan biaya sama sekali.

Supreme Master TV: Bisakah semua rumah dibangun dengan ini?

Biarawati Shi Hongqing: Ya. Rumah yang dibangun dari “pohon gunung” tidak akan menjadi berjamur, lapuk, atau diserang oleh rayap. Ada rumah yang dibangun dengan kayu dari pohon tua lainnya akan berjamur setelah beberapa saat. Tetapi, dengan kayu dari “pohon gunung”, mereka akan bertahan ratusan tahun tanpa diserang rayap. Itulah sebabnya kami orang-orang gunung memakai kayu ini untuk membangun rumah. Karena itu, kehidupan di gunung tidak memakan banyak biaya.

Supreme Master TV: Anda begitu kuat!

Biarawati Shi Hongqing: Kayu bakar ini berasal dari ‘pohon gunung”. Ini adalah ranting-ranting. Jadi, mengapa kita taruh di sini terlebih dahulu? Kita taruh di sini untuk membiarkannya kering. Setelah kering, kita pindahkan ke atas dan memakainya sebagai kayu bakar. Kayu dari “pohon gunung” bisa dipakai untuk membangun rumah, dan ranting-ranting bisa dipakai sebagai kayu bakar. Ini dari pohon camelia. Ranting-ranting ini memiliki banyak kegunaan. Ada orang yang tidak memotong cabang yang hidup saat memotong kayu bakar. Mereka hanya memotong cabang yang mati. Mengapa mereka tidak memotong cabang yang hidup? Karena tumbuhan juga memiliki kehidupan. Itulah sebabnya kita ingin memotong cabang yang mati. Pohon-pohon juga menua. Mereka memiliki kehidupan, jadi jika kita memotong mereka, mereka akan marah. Itulah sebabnya kita harus melindungi lingkungan.

Biarawati Shi Hongqing: Kita perlu melestarikan tumbuhan di negara kita dan di dunia. Jadi, melindungi hutan adalah tugas kita. Kita para vegan, pelepas keduniawian, dan breatharian tak bisa memotong apa pun yang memiliki kehidupan. Saat pohon itu tua dan mati, jiwa mereka telah meninggalkan dunia ini, kita bisa memotongnya untuk menyalakan api. Kita tidak bisa potong cabang yang hidup. Jika kita potong, pohon itu akan marah. Jiwanya akan terpotong. Jika kita memotongnya, kita akan menciptakan karma (ganjaran) buruk. Hanya cabang jenis ini yang bisa dipergunakan untuk menyalakan api. Seperti ini. Kemarilah, ini untuk Anda. Itik-itik tidak akan ribut jika mereka kenyang. Maka, di dalam hidup kita di sini sebagai manusia, setiap hewan di sekitar kita memiliki kehidupan. Kita harus melindungi hewan, hutan, dan semua yang memiliki kehidupan. Mereka makhluk hidup dengan kehidupan. Kita harus mempedulikan dan menjaga semua makhluk hidup. Manusia adalah ciptaan yang tertinggi. Kita harus melindungi semua yang memiliki kehidupan. Bahkan kayu bakar dan tanaman memiliki jiwa. Itulah sebabnya patung Bodhisattva semuanya dipahat dengan kayu kapur barus. Sejak zaman dahulu, para Buddha adalah orang yang telah mencapai pencerahan. Lalu mereka kembali sebagai manusia untuk menyeberangkan makhluk-makhluk hidup. Ayam dan itik juga adalah makhluk hidup. Kami orang-orang gunung, para pria dan wanita tua, semuanya tumbuh di alam. Dua puluh empat jam sehari kami mendapat gizi dari biji-bijian utuh. Itulah sebabnya kami sehat.

Biarawati Shi Hongqing: Saya merasa hidup ini penuh warna jika saya tidak makan. Hidup di dunia menjadi sangat mudah. Saya merasa baik secara mental dan fisik. Jika saya bisa lakukan ini selama hidup saya akan lebih bahagia.

Supreme Master TV: Untuk membuktikan kemampuannya hidup tanpa makanan, Biarawati Shi Hongqing menjalani pengamatan dan serangkaian tes fisik dan medis.

Supreme Master TV: Setelah Anda menjadi seorang breatharian, apakah pendapat orang di sekitar Anda tentang Anda?

Biarawati Shi Hongqing: Setelah saya berhenti makan makanan, banyak orang tidak mempercayainya. Orang-orang di kuil berkata bahwa Guo Zue-Liang di stasiun TV kabupaten berkata bahwa mereka ingin mewawancarai saya.

Supreme Master TV: Dapatkah Anda ceritakan kepada kami tes macam apa yang telah Anda jalani?

Biarawati Shi Hongqing: Pada hari pertama wawancara, semua orang tinggal di kuil bersama saya. Tim tersebut mencakup seorang wanita dari Shanghai, seorang wanita dari Nanchang, seorang menteri dari Tengzhou dan seorang lagi dari Ganxia. Setiap hari, selama 24 jam, mereka tinggal bersama saya untuk melihat apakah saya benar-benar hidup tanpa makanan atau apakah saya hanya berpura-pura. Mereka agak lucu sebenarnya. Mereka berkata kepada saya, “Anda tidak makan, baiklah! Mari kita lihat jika Anda masih punya energi." Mereka meminta saya untuk mengambil air untuk mereka, mencuci pakaian dan selimut – itu terjadi pada hari pertama. Setelah itu, mereka bosan dengan permainan tersebut, mereka berbincang-bincang dan menyaksikan TV; tetapi saya harus melakukan hal yang sama, bersama mereka. Ketika mereka makan, saya juga harus bersama mereka. Disepakati bahwa pada saat makan, saya bisa pergi atau tinggal di luar, tetapi mereka memaksa agar saya duduk di meja dengan mereka. Mengapa? Mereka ingin lihat jika saya akan memiliki keinginan untuk makan. Itu adalah hari pertama. Tes di hari kedua adalah mengumpulkan kayu bakar dari gunung. Gunung Teratai sangatlah tinggi, lebih dari 1.800 meter tingginya, Mereka meminta saya untuk mendaki gunung itu dan memotong kayu, untuk melihat jika saya punya energi untuk melakukan itu, karena seseorang harus kuat untuk memotong kayu. Saya memotong kayu dan kembali ke kuil untuk memasak. Tetapi, saat mereka sedang mendaki naik-turun, mereka berjalan lebih lambat dari saya. Mereka makan banyak makanan, tetapi berjalan terhuyung-huyung sementara saya berjalan cepat. Setelah saya meletakkan kayu itu, mereka meminta saya untuk membawa air. Itu adalah hari kedua. Pada hari ketiga, mereka meminta saya untuk membawa batu-bata dan batu untuk membangun sebuah ruangan bagi kepala biara. Ruangan itu sekarang dipakai sebagai dapur di Gunung Teratai. Mereka ingin melihat berapa banyak energi yang saya miliki tanpa memakan makanan. Saya membawa batu dan tanah yang beratnya sekitar 65 kilogram. Maka, hari berikutnya, saya harus membawa tanah dan batu dan menaiki dinding. Para wanita yang tinggal di tempat kami tidak perlu bekerja seperti itu dan membawa barang berat. Mereka ingin saya melakukan ini karena mereka ingin melihat jika seorang breatharian seperti saya bisa memiliki kekuatan dibandingkan dengan orang lain. Maka, saya lakukan semua ini bahkan saat mereka berkata saya bisa berhenti, saya tidak berhenti, saya berkata, "Tidak apa-apa. Jika Anda ingin saya angkat semua ini." Ada dua orang yang mengangkat berat yang sama, tapi tetap mereka tidak bisa melakukan lebih baik daripada saya. Itu adalah hari ketiga. Di hari keempat, kami berlomba membawa keranjang beras. Di siang hari, kami semua membawa sebuah keranjang seberat 44 kilogram. Wartawan itu melihat kami membawa keranjang. Saya berjalan seperti terbang; Mereka tidak bisa mengejar saya. Mereka berkomentar, "Orang ini lebih kuat daripada kita yang makan makanan!" Sore itu, para wartawan dari stasiun TV ini datang untuk merekam film saya menarik gerobak sapi dan membawa keranjang-keranjang beras, turun dari gunung. Kemudian, kami mengangkut beras. Saya mampu membawa 130 kati (65 kilogram) beras. Ini adalah hari keempat. Setelah mereka selesai membuat film, Sekretaris Kabupaten itu, Bpk. Pan, Sekretaris Kabupaten Ningdu, Bpk. Lai Qi-hua, dan seseorang dari departemen kepolisian juga datang menjumpai saya, jadi saya harus angkat lebih banyak untuk memperlihatkan kepada mereka. Jadi, mereka lanjutkan membuat film tentang saya. Setelah empat hari, itu semua telah selesai. Mereka tinggal dengan saya selama 10 hari di pusat komunitas warga. Mereka juga meneliti saya di Pusat Penelitian Ilmu Fisika. Di pusat komunitas warga, para jurnalis itu memantau beberapa wanita yang bekerja di sana. Mereka berpikir mungkin karena saya telah tinggal di Gunung Teratai sangat lama, para bhikkhu dan bhikkhuni tua yang merupakan sahabat saya akan memberi saya makanan. Tapi, jika mereka menempatkan saya di pusat komunitas warga , saya tak akan mendapatkan makanan dari siapa pun. Sementara mereka tinggal di sana dengan saya, mereka bahkan menyegel pintu, tidur dengan saya dan menaruh penjaga di luar. Tak ada orang diizinkan mencabut segel. Setelah 10 hari di pusat komunitas warga, hasil penelitian keluar dari pusat penelitian. Itu adalah hari kesepuluh. Mereka pertama-tama membuat film tentang saya selama empat hari, lalu mereka meneliti saya selama 10 hari. Seminggu sebelum itu, Guo Xue-Liang, wartawan dari stasiun TV lokal Kabupaten Ningdu meminta dokter-dokter di pusat komunitas warga untuk memencilkan saya dan melakukan foto X-ray pada perut saya untuk mereka teliti. Mereka mengatakan bahwa secara ilmiah, tak ada orang normal yang bisa bertahan tanpa makanan. Mereka berkata itu tidak mungkin. Jadi, kepala pusat komunitas warga, Bpk. Kang, meminta agar saya diisolasikan. Mereka adakan pertemuan di Kota Tienjin dan mereka memutuskan untuk meminta dokter-dokter di pusat itu untuk meneliti saya. Mereka ingin mengetahui apa yang telah saya capai dengan tidak makan. Seminggu setelah pertemuan, dokter-dokter memberi mereka hasil-hasil penelitian itu, yang menunjukkan bahwa saya sepenuhnya normal meskipun saya tidak makan apa pun. Itu bukan hanya satu orang, tetapi tiga orang yang diteliti bersama-sama. Satu orang memiliki kondisi fisik yang normal, satu orang menderita sakit, dan orang lain yang tidak makan makanan. Mereka mempelajari tipe darah kami. Darah dari orang yang sakit terlihat berbeda. Darah orang sehat juga kelihatan berbeda. Terlebih lagi, karena saya adalah breatharian darah saya juga kelihatan berbeda. Warna darah saya pada gambar adalah hijau, yang menunjukkan kondisi kesehatan optimal. Saya terbukti sangat sehat. Maka, setelah pemeriksaan, hasil tes darah dari dua kasus penelitian lain tidak lebih baik dari hasil tes darah dari orang yang tak makan seperti saya. Jadi, pengujian itu berhasil. Kami para breatharian memiliki kualitas darah yang luar biasa. Karena kami tak menyentuh makanan apa pun juga. Jika bukan karena perbandingan antara kasus penelitian yang berbeda, mereka tak akan mampu membedakan (berdasarkan darah) siapa yang sehat, atau siapa yang tidak sehat.

Supreme Master TV: Apakah mereka memeriksa nadi, darah, dan tekanan darah Anda?

Biarawati Shi Hongqing: Tekanan darah saya sangat normal, dan kondisi fisik saya sangat luar biasa. Tipe darah dan tekanan darah adalah beda; Tipe darah B dan tipe darah A tidak tampak sama. Darah orang yang sakit nampak agak ungu. Darah seseorang yang normal berwarna merah atau merah muda. Tapi warna darah dari orang spiritual tingkat tinggi adalah hijau kebiru-biruan, jika Anda memotretnya. Itu warna yang amat langka. Jadi, penelitian-penelitian ilmiah menunjukkan energi dan darah saya semuanya tampak sangat bagus. Mereka harus menguji darah saya dengan memakai metode ilmiah, jika tidak demikian, mereka tak bisa membuktikan bahwa saya adalah breatharian. Setelah wartawan itu mewawancarai saya, guru saya juga menjadi breatharian. Kami berharap untuk membayar makhluk-makhluk hidup dengan menjadi breatharian dan membantu membawa perdamaian ke dunia.

Supreme Master TV: Setelah menjadi seorang breatharian, apakah Anda merasakan adanya perubahan dalam pemikiran Anda?

Biarawati Shi Hongqing: Sebagai seorang breatharian, saya berharap bahwa setiap orang di dunia akan berhenti makan. Itu akan merupakan kontribusi besar kepada negara. Kita dapat menghemat banyak makanan dan itu bermanfaat dalam banyak aspek. Tetapi, saya juga berharap setiap orang di dunia bisa sehat sebelum mereka meninggalkan dunia. Saya merasa sangat sehat dengan menjadi seorang breatharian. Tanpa makan, saya bebas dari beban apa pun. Saya merasa sangat sehat. Saya tidak memiliki pemikiran lain apa pun. Saya merasa bebas menjadi anak Buddha. Jadi, ketika kita menjadi seorang breatharian, kita ada dalam semangat yang baik. Kita dapat bekerja dan melafalkan sutra sepanjang hari tanpa merasa lelah. Tentang minum air… Ini adalah secangkir air. Jika saya merasa haus, saya akan minum sedikit. Jika saya tidak merasa haus, satu cangkir air sudah cukup. Saya minum jumlah air yang berbeda dalam musim yang berbeda. Pada musim semi, saya minum sangat sedikit; pada musim panas, saya minum lebih banyak. Pada musim panas, saya dapat minum dua cangkir air sehari. Pada musim dingin, saya hanya perlu satu cangkir seminggu. Saat tenggorokan saya terasa kering, setelah beberapa saat saya harus minum air. Jika tidak, tenggorokan saya akan terasa terbakar dan kering. Tetapi, akan baik jika saya minum sedikit air. Tapi, saya minum tidak banyak. Ketika saya berlatih, jika saya minum terlalu banyak air, saya akan merasa tak nyaman. Saya merasa sangat baik jika saya minum sedikit air. Saya merasa baik dalam jiwa dan semua aspek. Jadi, saat kita hidup bebas-makanan, kita tidak kekurangan apa pun. Jadi, tidak makan adalah yang terbaik untuk kesehatan orang-orang, karena tubuh kita tidak tercemar. Bukannya bahwa saat kita tidak ingin makan, kita akan ingin mendapatkan sesuatu. Sejak masa kanak-kanak, saya tidak berusaha mendapatkan apa pun dengan tidak makan. Hanya saja bahwa saya merasa semakin baik tanpa makan. Saya merasa penuh energi dan semangat dalam segala aspek.

Supreme Master TV: Setelah berhenti makan, pernahkah Anda sakit?

Biarawati Shi Hongqing: Setelah berhenti makan, saya semakin sehat dan sehat.

Supreme Master TV: Anda menjadi lebih sehat, Anda jarang sakit?

Biarawati Shi Hongqing: Saya tidak pernah sakit. Saya tidak mendapat injeksi atau minum obat apa pun. Saya menemukan bahwa suatu kehidupan tanpa makan, tetapi meditasi dan berkeliling dunia sangat menyenangkan dan sangat alami. Orang-orang tidak harus mengurus saya. Juga sangat mudah untuk tidur. Saya bisa tidur di mana pun, di ruang tamu atau di ruang makan. Saya dapat mengatasi kesulitan untuk membawa kebahagiaan kepada makhluk hidup. Saya tidak dengan sengaja menahan diri dari makan. itu terjadi secara alami. Saya tidak melakukannya untuk menghemat uang. Saya hanya tidak makan. Jika saya ingin makan, saya memiliki uang. Dalam latihan spiritual, bagaimanapun juga, orang tak perlu menghabiskan uang banyak untuk makanan. Hanya saja saya merasa tak ingin makan, saya merasa penuh energi. Jika kita merasa kenyang tanpa makan apa gunanya makan? Itu akan membuat saya merasa tidak nyaman.

Supreme Master TV: Ya. Jika seseorang juga ingin berhenti makan, apakah Anda punya metode? Apakah Anda punya murid yang berhenti makan untuk suatu jangka waktu?

Biarawati Shi Hongqing: Ya, Saya punya.

Supreme Master TV: Apakah Anda mengajarkan sebuah metode kepadanya?

Biarawati Shi Hongqing: Tidak. Dia hanya berlatih secara alami bersama kami. Beberapa dari kami berlatih bersama; dia hanya secara alami berhenti makan. Hidup tanpa makanan tidak bisa diajarkan melalui suatu metode. Hal itu terjadi secara alami. Itu bergantung pada latihan masing-masing individu, kebajikan, dan perut. Beberapa murid saya bisa berhenti makan selama setengah bulan, sampai tiga bulan. Mereka juga tidak banyak minum air. Sebagai seorang breatharian, saya berharap dunia damai tanpa perang, sehingga semua raja, pangeran, dan warga biasa dapat hidup harmonis. Sejak saya masih muda, saya sudah berdoa untuk kedamaian dunia. Mengapa? Hanya jika dunia dalam damai, orang dapat berlatih spiritual. Praktisi rohani dan para breatharian semuanya takut pada perang, karena manusia akan hidup dalam ketakutan dan raja dan pangeran di dunia tidak akan damai. Ini nomor satu. Nomor dua, Jika terjadi gempa bumi dan banjir, raja dan pangeran di dunia tidak dapat hidup dalam damai juga. Kami para breatharian akan melafalkan sutra dan memuja sang Buddha, berdoa untuk kedamaian dunia agar raja dan pangeran di dunia dapat tidur dalam damai. Di manapun terdapat perang, gempa bumi, atau banjir, semua orang di dunia akan terpengaruh. Jadi, kami breatharian harus memberikan kontribusi bagi negara. Kami berharap orang-orang di dunia tidak akan mengalami hal-hal tersebut. Cara saya berkontribusi untuk menghindari bencana adalah dengan berlatih Sutra Teratai dan berdoa agar orang-orang di dunia tidak akan mengalami bencana. Saya berharap bahwa dengan melafalkan sutra dan memuja Buddha, kami para breatharian dapat membawa damai di dunia. Saya sering berpikir bahwa akan menjadi yang terbaik jika semua orang di dunia bisa menjadi breatharian. Breatharian dapat melayani orang-orang, meringankan penderitaan dan bencana, melindungi orang dari segala profesi, sukses dalam karier apa pun yang mereka pilih, dan tidak menderita sakit, yang merupakan hal terbaik. Mereka dapat hidup dalam kesehatan yang baik dan menolong orang yang kurang beruntung. Untuk keamanan Anda, jangan berhenti makan tanpa bimbingan.

Supreme Master TV: Bagi biarawati Shi Hongqing, menjadi seorang breatharian tanpa praktik rohani tidaklah cukup. Sebenarnya, dia menyarankan gaya hidup berwelas asih, bebas dari unsur hewani, sikap menghormati semua yang hidup, termasuk tanaman dan Ibunda Bumi itu sendiri.

Supreme Master TV: Ketika Anda masih kecil, apakah Anda suka duduk di bawah sinar matahari?

Biarawati Shi Hongqing: Ketika saya kecil, saya senang bermeditasi di bawah sinar matahari. Saya duduk di bawah sinar matahari di siang hari, dan di bawah bulan di malam hari. Saya berlatih ‘yin dan yang’ dan saya mendapatkan banyak kebijaksanaan dalam waktu singkat. Semakin banyak saya meditasi dan semakin banyak saya menyerap sinar matahari, semakin kuat saya jadinya dan saya menjadi lebih sehat. Saya merasa sangat bebas berada dengan alam. Manusia adalah makhluk yang paling canggih. Kita memiliki pengetahuan untuk melindungi hewan. Manusia adalah yang paling cerdas. Oleh karena itu, kita harus mempertahankan kebahagiaan di dunia, menyayangi hewan-hewan, dan melindungi hutan dan semua sumber daya. Kita dapat melakukannya.

Supreme Master TV: Jadi, saat meditasi, apakah Anda merasa ada perbedaan saat berada di bawah matahari?

Biarawati Shi Hongqing: Kapan pun saya melihat matahari, matahari datang langsung ke dalam hati saya dan saya merasa hangat di seluruh badan saya.

Supreme Master TV: Apakah Anda merasakan energi yang kuat dari matahari?

Biarawati Shi Hongqing: Energi matahari sangat kuat. Baik matahari dan bulan mempunyai energi. Kita dapat meditasi di malam hari ketika dingin. Itu sangat damai. Matahari di siang hari sangat hangat dan mengisi badan kita dengan energi.

Supreme Master TV: Guru, Anda mengatakan ketika Anda meditasi, Anda merasakan kehangatan matahari yang sangatlah penting. Juga Anda mengatakan bahwa matahari datang ke hati Anda, jadi apakah menurut Anda ada hubungan antara meditasi di bahwa matahari dan menjadi breatharian?

Biarawati Shi Hongqing: Ya, ada. Ketika saya berada di bawah sinar matahari, jiwa saya akan pergi ke matahari. Ketika saya melihat matahari, saya merasa hangat di seluruh tubuh saya. Saya merasa bahwa saya juga adalah matahari. Saya bisa pancarkan cahaya kepada dunia. Seperti matahari, saya dapat memberi hati saya kepada dunia. Sekarang saya hidup sebagai breatharian, dan saya berharap saya akan jadi seperti matahari, memberi cahaya kepada Bumi, melindungi dunia, dan memberi kehangatan kepada dunia.

Literatur tentang Hidup Bebas Makanan
Pranic Nourishment – Nutrition for the New Millennium
www.lulu.com
www.amazon.com

email to friend Kirim halaman ini buat teman