Dr. Nicolas Gruber, seorang Profesor Fisika Lingkungan dari Institut
Teknologi Zurich (ETH) Swiss. Beliau mendapatkan gelar Ph.D di
Universitas Bern di Swiss, kemudian bekerja sebagai peneliti di
Universitas Princeton di Amerika Serikat. Dr. Gruber juga telah bekerja
di Badan Ilmu Pengetahuan Atmosfer dan Kelautan, Institut Geofisika,
dan menangani bagian Fisika Planet di Universitas Kalifornia, Los
Angeles (UCLA).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Dr. Nicolas Gruber, silakan kunjungi www.up.ethz.ch/people/ngruber
Dr. Nicolas Gruber: Efek rumah kaca di atmosfer
sangat penting bagi planet Bumi. Tanpa gas-gas rumah kaca di atmosfer,
Bumi tidak akan menjadi planet yang dapat dihuni. Jika kita
menghilangkan seluruh gas-gas rumah kaca tersebut dari atmosfer, maka
suhu Bumi akan menjadi sekitar –15 derajat Celsius. Hal
tersebut akan mengakibatkan planet ini membeku. Jadi ada sejumlah
gas-gas rumah kaca yang penting dan secara esensial membuat Bumi ini
menjadi tempat yang dapat dihuni; gas tersebut telah meningkatkan suhu
dari -15 derajat Celsius menjadi sekitar 15 derajat Celsius yang
menjadi suhu rata-rata sekarang. Gas
rumah kaca yang sangat penting adalah uap air. Kemudian ada gas-gas
rumah kaca lainnya seperti CO2 yang merupakan gas terpenting kedua. Ada
metana, ada dinitrogen oksida, dan ada beberapa gas-gas lainnya yang
berada di atmosfer. Cara gas-gas rumah kaca itu bekerja adalah
gas-gas tersebut bersifat transparan terhadap cahaya yang datang dari
matahari. Matahari mengeluarkan energi pada panjang spektrum gelombang
yang dapat dilihat dengan mata, sehingga itulah sebabnya mengapa kita
dapat melihat cahaya.
Gas-gas ini seperti kaca jendela
sehingga cahaya matahari dapat masuk, kemudian matahari menghangatkan
permukaan atmosfer. Permukaan Bumi jika sudah mencapai suhu tertentu
maka akan mulai memancarkan energi ke luar planet. Dan Bumi
memancarkan energi ini pada suhu kita, tetapi tidak dalam panjang
gelombang yang dapat dilihat dengan mata, melainkan dalam panjang
gelombang yang lain, yaitu infra merah. Tetapi sekarang kita
memiliki gas-gas rumah kaca ini di atmosfer yang bersifat transparan
terhadap cahaya yang datang, mereka tidak bersifat transparan untuk
radiasi infra merah yang keluar. Jadi mereka menangkap energi ini dan
menghangatkan bagian-bagian bawah atmosfer. Itulah yang kita sebut
dengan efek rumah kaca.
PEMBAWA ACARA:
 Dalam siklus alam, efek rumah kaca sangat menguntungkan untuk
kehidupan manusia. Bagaimanapun kegiatan-kegiatan manusia telah
menyebabkan gangguan besar terhadap keseimbangan dari siklus tersebut.
DR. Nicolas Gruber:
Apa yang telah kita lakukan dalam beberapa ratus tahun terakhir ini
adalah kita telah meningkatkan sekitar lebih dari tiga puluh persen
konsentrasi CO2 di atmosfer dalam beberapa ratus tahun terakhir ini. SUPREME MASTER TV(P):
Tiga puluh persen!
Dr. Nicolas Gruber:
CO2 tambahan tersebut sekarang telah meningkatkan efek rumah kaca.
Peningkatan tersebut biasa kita sebut dengan anthropogenik, efek rumah
kaca yang melibatkan manusia. SUPREME MASTER TV (P): Mari kita fokus pada karbon dioksida.
Dapatkah
Anda memberi kami sebuah penjelasan yang singkat namun tepat mengenai
x-xion dari sirkulasi global karbon dioksida? Dan secara spesifik
mengenai apa yang terjadi pada CO2 yang diemisikan oleh manusia ke
dalam atmosfer tersebut.
Dr. Nicolas Gruber: Siklus
karbon di Bumi adalah sebuah siklus yang sangat dinamis. Jika kita
memusatkan perhatian kita pada sistem-sistem yang menyirkulasi karbon
tersebut dalam skala waktu beberapa ribu tahun, pemeran terpenting nomor satu yang kita miliki adalah lautan.
Nomor dua, kita memiliki karbon yang tersimpan di dalam tumbuh-tumbuhan di daratan, juga di dalam tanah daratan.
Dan kemudian, komponen ketiga di dalam sistem tersebut adalah atmosfer.
Mari
kita lihat bagaimana gudang-gudang ini terhubungkan satu sama lain.
Jadi, karbon dapat bertukar satu sama lain dengan cepat di antara
lautan dan atmosfer. Jadi molekul karbon dioksida yang terdapat di
dalam lautan dapat meninggalkan lautan dan menuju ke atmosfer.
Pada
waktu yang sama, sebuah molekul CO2 di dalam atmosfer dapat
menyeberangi perbatasan Bumi-laut dan menuju ke lautan. Dan ada
perubahan yang konstan, sebuah perubahan karbon yang terus-menerus yang
berawal dari atmosfer ke lautan dan sebaliknya.
Sesuatu yang
serupa terjadi di daratan dimana sebuah molekul CO2 di atmosfer dapat
diambil oleh tumbuh-tumbuhan. Itu adalah sesuatu yang normal, proses
regular. Peristiwa tersebut disebut fotosintesis.
Dan apa yang
mereka lakukan, tumbuhan mengambil karbon dioksida tersebut dan
membangun jaringan sel-sel tumbuhan. Jadi, mereka mengeluarkan
daun-daun, mereka mengeluarkan batang-batang pohon, dan
tangkai-tangkai. Dan ketika daun telah gugur, lalu ia akan menuju ke
tanah dan terurai secara perlahan-lahan.
Selama proses
penguraian ini, karbon dioksida dan karbon yang tersimpan di dalam daun
kemudian perlahan-lahan kembali ke dalam atmosfer.
Jadi, ada
sebuah perubahan karbon dioksida yang terus-menerus yaitu dari atmosfer
ke daratan biosfer, ke tanaman dan tanah, dan kemudian dari tanaman dan
tanah balik ke dalam atmosfer. Dan pertukaran-pertukaran ini
sebenarnya sangat besar. Banyak karbon berubah haluan dan
dipertukarkan. Sekarang, mari kita juga melihat ada berapa banyak
karbon yang berada dalam sistem-sistem individual ini.
Sejauh ini, jumlah yang terbesar sebenarnya tersimpan di dalam lautan.
Satuan yang biasanya kita bicarakan adalah petagram-petagram karbon;
dalam istilah jumlah karbon, kita memiliki sekitar 40.000 satuan karbon
di lautan.
Dan kemudian kita memiliki masa-masa pra-industri,
sebelum manusia benar-benar mulai mengubah segala hal, kita memiliki
sekitar 600 satuan di atmosfer, dan kita sekarang memiliki sekitar
3.000 satuan di biosfer Bumi, jadi itu berarti atmosfer mengandung
hanya sekitar 1/60, jadi sejumlah besar dari jumlah tersebut sebenarnya
tersimpan di dalam lautan.
Jadi, kita memiliki sebuah sistem yang siap mengalami pertukaran, semua pertukaran yang sangat seimbang. Jumlah yang sama yang telah hilang dari atmosfer ke dalam lautan telah kembali dari lautan ke atmosfer.
Dan hal yang sama juga terjadi pada biosfer Bumi.
PEMBAWA ACARA: Dr.
Nicolas Bruber adalah seorang profesor Ilmu Fisika Lingkungan dari
Institut Teknologi Pemerintah Swiss. Pada tahun 2004, Dr. Gruber
dianugerahi Penghargaan Rosenstiel oleh Sekolah Ilmu Laut dan Atmosfer
Rosenstiel Universitas Miami di Florida, Amerika Serikat atas
prestasinya dalam ilmu-ilmu pengetahuan lautan. Sejauh ini, ia telah
menerbitkan lebih dari 50 artikel dalam jurnal peer-reviewed dan
menjadi rekan pengarang dua buku, termasuk Ocean Biogeochemical
Dynamics, sebuah naskah yang telah menarik minat dan pujian yang besar.
Dr. Gruber menjelaskan bagaimana aktivitas manusia telah menyebabkan
ketidakseimbangan di dalam siklus karbon alam. Bagaimana aktivitas
manusia selama tiga ratus tahun terakhir, apakah mengganggu siklus
karbon global, dan apa akibat-akibatnya?
Dr. Nicolas Gruber: Kita
mulai mengambil fosil karbon, yaitu batu bara, terutama pada masa
lampau; sekarang kita mengambil jauh lebih banyak gas dan minyak bumi
dan membakar bahan bakar fosil tersebut. Dan ketika bahan bakar fosil
tersebut terbakar, ia menghasilkan CO2.
Dr. Nicolas Gruber: CO2
tersebut kemudian menuju ke dalam atmosfer. Jadi, sebelumnya kita
memiliki sebuah sistem yang bekerja secara normal tapi sekarang kita
tiba-tiba mulai mengubahnya.
SUPREME MASTER TV (P): Dan mengganggunya.
Dr. Nicolas Gruber: Hal
ini mengganggu sistem tersebut. Sekarang, kita tahu dengan sangat baik
bahwa sekitar setengah dari emisi-emisi ini menetap di atmosfer.
Sekitar
30% atau sedikit lebih banyak dari emisi-emisi ini diambil alih, 35%
diambil oleh lautan. Dan sekitar 15%, kadang-kadang 20% diambil oleh
biosfer Bumi.
Jadi lautan dan biosfer Bumi telah membantu kita untuk mengurangi muatan CO2 di atmosfer.
SUPREME MASTER TV (P): Ya.
Dr. Nicolas Gruber: Tetapi
bagaimanapun, setengah lainnya berada di atmosfer dan sebagai
akibatnya, konsentrasi CO2 di atmosfer telah meningkat selama 250 tahun
terakhir hingga lebih dari 30%.
Dr. Nicolas Gruber: Kami
telah menganalisa kecenderungan temperatur dan bagaimana temperatur itu
telah berubah sejalan dengan berlalunya waktu, dan telah
membandingkannya dengan dugaan kami berdasarkan perubahan-perubahan
dalam konsentrasi atmosferik CO2 dan konsentrasi dari gas-gas rumah
kaca lainnya.
Kami dapat
menyatakannya dengan penuh kepastian dan IPCC (Panel Antarpemerintah
tentang Perubahan Iklim) juga berkata dengan kepastian lebih dari 90%
dimana peningkatan gas-gas rumah kaca di dalam atmosfer ini telah
menjadi penyebab bagi perubahan temperatur atmosfer. Hampir
satu derajat Celcius sekarang ini, belum sampai, tetapi segera akan
mencapai satu derajat Celcius, sekitar satu derajat Celcius dalam 200
tahun terakhir ini.
PEMBAWA ACARA: Melalui penelitian
baru-baru ini tentang efek rumah kaca, termasuk penerapan dari metode
analisa isotop, para ilmuwan telah mencapai pemahaman yang mendalam
tentang variasi dalam konsentrasi atmosferik karbon dioksida sepanjang
sejarah.
Dr. Nicolas Gruber: Karbon muncul dalam wujud yang berbeda. Kita bisa memikirkan wujud hijau, merah, dan kuning. Ada
Karbon 12, Karbon 13, dan Karbon 14. Dan Karbon 14 juga disebut sebagai
radiokarbon. Hal yang menarik tentang radiokarbon adalah ia bersifat
radioaktif jadi akan meluruh sejalan dengan berlalunya waktu. Dan usia
paruh dari C14 seperti bahan bakar fosil yang telah diproduksi jutaan
tahun yang lalu, tidak lagi mengandung C14.
Semua C14 yang ada
sekarang pada mulanya telah meluruh. Jadi kita membakar bahan bakar
fosil yang pada dasarnya tidak memiliki C14 dan kita menambahkan CO2;
bahan bakar itu hanya memiliki C12 dan C13, hanya merah dan hijau.
Karena
itu konsentrasi dari konsentrasi relatif C14 sangat relatif terhadap
total, dan C14 akan menurun sejalan dengan berlalunya waktu, jadi itu
adalah salah satu bukti.
Kita bisa melakukan hal yang serupa dengan Karbon 13 dan kurang lebih memakai alasan yang sama. Lalu bukti yang ketiga yang menunjukkan bahwa CO2 meningkat di dalam atmosfer adalah akibat perbuatan manusia.
Jika
kita melihat pada pengukuran dan berapa banyak karbon berada, maka kita
tahu dengan baik berapa banyak karbon yang telah kita bakar selama
beberapa abad yang lampau, kemudian kita tahu dengan sangat baik berapa
banyak karbon yang ada di atmosfer dan berapa banyak yang telah berubah
seiring dengan berjalannya waktu.
Kami memiliki catatan yang baik, kami memiliki pengukuran langsung selama lebih dari 50 tahun dari Mauna Loa; itu adalah suatu lokasi di Hawaii
dan banyak tempat lainnya di seluruh penjuru planet dan kami memiliki
rekonstruksi yang bagus tentang kandungan atmosferik CO2 berdasarkan
pada inti-es, agar kami bisa memperluas catatan itu kepada masa yang
lebih lampau.
Selain itu, kami juga memiliki pengukuran yang
baik dari kandungan karbon di lautan, dan sekarang kami juga memiliki
pengukuran yang mendemonstrasikan bagaimana hal ini telah berubah
dengan berlalunya waktu.
Kami tidak menemukan bukti akan
hilangnya karbon dalam jumlah yang besar dari lautan yang akan
menyebabkan meningkatnya atmosferik karbon. Melainkan kami menemukan peningkatan kandungan CO2 di lautan.
Jadi
lautan sebenarnya telah menyerap karbon dari atmosfer, maka kami tidak
menemukan suatu sumber yang gaib dari karbon yang akan menyebabkan
peningkatan itu di dalam atmosfer; tidak ada sumber yang gaib.
Hal
yang kami ketahui adalah kita memiliki bahan bakar fosil dalam jumlah
yang amat besar dan separuh dari jumlah itu tetap berada di atmosfer
dan separuhnya lagi telah diserap oleh lautan serta daratan dan masih
ada sedikit keraguan tentang hal itu.
Sesungguhnya kenyataan
bahwa konsentrasi yang ada sekarang ini, yang berjumlah sekitar 300
bagian per sejuta adalah lebih tinggi daripada kapanpun di masa yang
lampau, hampir satu juta tahun dari sekarang ini.
Sekitar
beberapa bulan yang lalu, sebuah surat kabar menerbitkan bahwa kita
mampu memperpanjang catatan inti-es ke belakang sejak 650.000 tahun
yang lampau hingga 850 atau 900 ribu tahun yang lampau. Dan juga di
dalam catatan itu, konsentrasi CO2 benar-benar lebih rendah daripada
saat ini.
Kita telah mengalami hampir sekitar 10 zaman es sejak
saat itu; dan itu adalah waktu yang lama, yang jauh lebih tua daripada
kehadiran spesies kita di atas planet ini.
Jadi kita benar-benar telah mengubah keseimbangan Bumi secara dramatis.
Dr. Nicolas Gruber: Iklim
selalu berubah. Kami memiliki bukti yang cukup dalam secara geologis.
Temperatur selama zaman es benar-benar lebih dingin daripada sekarang
ini.
Kita memiliki gletser yang besar ini, di kutub, terutama
di Kutub Utara yang dulunya diselubungi oleh lapisan es yang luas,
Eropa utara diselubungi dengan lapisan es yang luas, seluruh Amerika
Utara, bagian Utara dari Amerika Utara diselubungi dengan lapisan es.
Jadi
iklim benar-benar berbeda. Kondisi yang maksimum dari hal itu terjadi
sekitar 20.000 tahun yang lalu. Hal yang berbeda dari
perubahan-perubahan di waktu lampau ini ada dua hal.
Hal
yang pertama adalah kami sangat yakin tentang perubahan-perubahan yang
telah kami amati dalam 200 tahun terakhir, dan khususnya di dalam 50,
30 tahun terakhir akibat-perbuatan-manusia.
Yang
kedua, adalah kecepatan, betapa cepatnya iklim berubah, dan khususnya
kecepatan perubahan atmosferik CO2 yang belum pernah terjadi
sebelumnya, setidaknya dari apa yang kami ketahui dari masa lampau.
Kita
sedang mengubah kecepatan dari sistem ini. Hanya sebagai contoh: 20.000
tahun lalu, saya telah menyinggung bahwa kita berada di zaman es.
SUPREME MASTER TV (p): Ya.
Dr. Nicolas Gruber: Dibutuhkan beberapa ribu tahun bagi iklim untuk transisi dari masa es terakhir ini sampai Holocene sekarang ini.
Ada variasi yang lebih cepat di antaranya tapi secara keseluruhan perubahan besar membutuhkan waktu beberapa ribu tahun.
Sedangkan perubahan iklim yang kita bicarakan sekarang ini terjadi hingga jangka waktu berabad-abad.
Ini membuatnya menjadi berbahaya dan kita harus melakukan sesuatu.
Daerah yang mengalami perubahan terbesar dan tercepat dalam beberapa dekade terakhir yang sudah kita lihat ada pada
lintang selatan yang tinggi, daerah-daerah seperti Siberia, Alaska, dan
Kanada bagian selatan. Daerah-daerah itu benar-benar memanas dengan
cepat.
Jadi meskipun suhu rata-rata global
sudah naik sedikit yaitu kurang dari satu derajat, tetapi daerah-daerah
tersebut sudah berubah kira-kira dua atau tiga kali lebih besar dalam
30 tahun terakhir ini.
Penyimpangan Temperatur (ºC) SUPREME MASTER TV (P): Dan permafrost mencair. Dr. Nicolas Gruber: Tanah beku sedang mencair, dan perubahan itu mengakibatkan dampak yang besar terhadap ekosistem.
Dr. Nicolas Gruber:
 Karena
tanah beku itu mencair, lalu air beku yang ada di dalam sistem itu
menghilang, lalu tiba-tiba di tanah itu hanya ditopang oleh air. Lalu akar tumbuhan yang berada di dalam tanah es yang padat itu mulai bertumbangan karena mencairnya tanah beku itu. Di
Eropa, penelitian dilakukan pada rumput dan bunga; mereka sebenarnya
telah bermigrasi ke atas pegunungan Alpen. Spesies bunga khusus yang
tidak bisa berbunga di atas seribu seratus meter tiba-tiba bisa
berbunga di ketinggian seribu dua ratus meter. Mereka bisa bermigrasi ke atas dan hal itu telah dibuktikan. Dan
secara harafiah banyak sekali perubahan ekosistem di seluruh penjuru
dunia yang sudah bisa menunjukkan perubahan itu. Kami sudah melihat
berbagai perubahan pada dunia fisik, sebagai contoh, gletser. Kami
sudah melihat mundurnya gletser yang besar. Kami sudah melihat
perubahan pada endapan. Dan kami juga melihat perubahan pada longsoran
tanah. Banyak dampak yang menurut kami akan meningkat karena iklim yang semakin panas, semakin kuat dampaknya. Itu merupakan satu aspek. Aspek lainnya yang membuat kami benar-benar prihatin adalah ketika sistem itu tidak berjalan secara linear lagi. Apa
yang kita sebut reaksi linear adalah Anda mendorong buku ini dan ia
hanya berjalan terus menerus. Tapi ada titik dimana buku tersebut akan
sampai ke tepi dan kemudian ia akan mengungkit balik. Jadi kita menyebutnya “titik kritis”.
Spesies tertentu hanya dapat bertahan pada temperatur yang khusus, dan
jika ia berada di atas suhu tertentu, ia akan mati karena panas atau
karena proses kimia lainnya yang juga sangat tergantung pada lingkungan. Dan
bisa terjadi pola sirkulasi dalam lautan yang dengan tiba-tiba berubah
secara dramatis sebagai akibat dari perubahan iklim global. Beberapa
transisi ini mungkin tidak dapat diubah. Sebuah tantangan besar bagi
kita para peneliti adalah kita sering tidak cukup mengerti di mana
titik kritis ini berada. PEMBAWA ACARA: Dr. Gruber menjelaskan bagaimana sifat siklus umpan balik memperburuk pemanasan global. Dr. Nicolas Gruber: Lautan
dan biosfer tanah mengambil CO2 dari atmosfer, kira-kira setengah dari
jumlah itu sudah kita pancarkan, tapi kita sekarang khawatir bahwa
perubahan iklim global akan mengubah hal itu,sehingga lautan dan daratan tiba-tiba tidak lagi mengambil setengahnya, mungkin hanya seperempatnya. Jadi semua emisi yang kita lepaskan di atmosfer, tiga perempatnya akan tetap tinggal di atmosfer,
kemudian CO2 di atmosfer akan meningkat lebih cepat, menyebabkan
pemanasan global yang lebih parah. Pemanasan tersebut akan mengurangi
jumlah CO2 yang diambil oleh lautan dan daratan, dan bahkan akan
menempatkan lebih banyak CO2 di atmosfer. Itu akan menyebabkan bertambahnya panas.
PEMBAWA ACARA: Apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global? Dr. Nicolas Gruber: Apa yang harus kita lakukan adalah kita harus mulai bertindak hari ini. Dan
sebuah analogi yang saya sering digunakan adalah seperti sebuah kapal
tangki super; sebuah kapal tangki super bergerak dalam air dan ia
didorong ke depan. Tapi jika Anda ingin mengubah arahnya, jika
Anda ingin menghentikan kapal tangki super, itu tidak bisa dilakukan
dengan seketika. Jika Anda ingin memastikan bahwa kapal tangki
super itu tidak menabrak kapal lainnya dalam jarak lima kilometer maka
Anda harus mematikan mesin dan mengurangi kecepatan, atau memundurkan
mesinnya sekarang agar kapal tangki super itu mulai melambat. Dan
menurut saya itulah yang kita bicarakan sekarang ini. SUPREME MASTER TV (P): Apakah menurut Anda pemerintah sekarang mendengarkan para ilmuwan? Dr. Nicolas Gruber: Menurut saya begitu, semakin mendengarkan. Menurut saya sangat baik Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu. SUPREME MASTER TV (P): Ya, kami mewawancarainya di Jenewa, Dr. Pachauri. Dr. Nicolas Gruber: Dr.
Pachauri, tentu saja, sebagai ketua IPCC. Saya sendiri ikut serta dalam
penulisan laporan ini, satu darinya di tahun 2000 sehingga ia diberikan
Hadiah Nobel. Laporan IPCC ini sudah ditanggapi dengan serius, sangat
serius oleh banyak negara. Jadi, menurut saya ada perubahan yang sangat penting di dunia politik, mereka mulai memperhatikan ini. SUPREME MASTER TV (P): Apa
saran Anda bagi para penduduk dan pemerintah tentang tindakan prioritas
yang seharusnya diambil untuk membatasi efek pemanasan global? Dr. Nicolas Gruber: Untuk menstabilkan iklim, kita harus menstabilkan konsentrasi CO2 di udara dan konsentrasi semua gas-gas rumah kaca. Tantangan
yang besar adalah bagaimana kita mengurangi emisi CO2 kita. Alasan
mengapa kita mengurangi CO2 adalah karena kita menggunakan bahan bakar
fosil. Dr. Nicolas Gruber: Kita
menggunakan energi untuk memproduksi barang-barang, kertas, penghangat,
dan pendinginan ruangan, semuanya. Inilah masalah yang sangat rumit
dalam dunia industri yang tidak mudah kita ubah. Kita harus
menguranginya dalam jumlah penggunaan yang besar. Satu hal yang bisa
kita mulai lakukan yaitu menggunakan energi secara lebih efisien.
SUPREME MASTER TV (P): Benar. Dr. Nicolas Gruber: Hanya dengan mengurangi energinya di berbagai kegiatan, kita mengurangi konsumsi energi, itu akan membantu. Dengan demikian kita bisa mengurangi jumlah bahan bakar fosil yang kita gunakan untuk memproduksi energi. Jadi
ini berarti kita bisa mengganti sistem produksi energi yang
mengeluarkan emisi CO2 dengan yang tidak mengelurkan emisi CO2.
Misalnya, kita bisa gunakan tenaga angin untuk menghasilkan listrik
daripada menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara, yang bisa
membakar gas-gas alami. SUPREME MASTER TV (P): Atau tenaga matahari? Dr. Nicolas Gruber: Atau kita bisa gunakan tenaga matahari. Di
beberapa kegiatan lain, kita bisa gunakan bahan bakar bio. Mereka
mengelurkan emisi CO2 yang jauh lebih sedikit di seluruh kegiatan hidup
kita.
SUPREME MASTER TV (P): Benar. Dr. Nicolas Gruber: Kita harus mengganti ketergantungan kita pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi. Itu nomor dua. Dan
kemudian masalah ketiga yaitu, kita bisa mencoba menggunakan cara-cara
lain untuk mengurangi CO2 dari udara; misalnya dengan menambah jumlah
hutan yang kita miliki. Atau setidaknya melindungi hutan yang kita miliki dan ini juga membantu. Kita
seharusnya tidak menunggu lebih lama lagi tapi kita harus mulai
menambah penggunaan energi alternatif, meningkatkan semua pembuatan
energi, semua energi yang lebih efisien dan menggunakan semuanya secara
bersamaan dengan harapan perubahan iklim yang saat ini menimpa kita
tidak akan berakibat dengan sesuatu yang lebih buruk di masa depan. Dr. Nicolas Gruber: Ada
banyak cara-cara sederhana yang bisa dilakukan secara individu. Tapi
saya selalu menganjurkan hal-hal yang saya pikir penting dan perlu,
tapi itu tidak cukup. Maksud saya kita semua harus bekerja sama, maksud
saya tidak hanya sampai tingkatan secara individu tapi juga hingga
tingkatan bagaimana mengatur industri, bagaimana mengatur negara, dan
lain sebagainya.
SUPREME MASTER TV (P): Benar, kami
juga secara aktif terlibat dalam kampanye untuk mengubah cara hidup
masyarakat. Kami banyak menyarankan masyarakat untuk memakan lebih
sedikit daging karena kami menemukan bahwa gas metana berakibat lebih
buruk bagi lingkungan daripada CO2 di udara, misalnya, produksi
peternakan meningkatkan produksi jumlah gas metana yang sangat besar,
dan tentu saja, memproduksi CO2 dengan transportasinya.
Pada
prinsipnya, hal ini akan lebih mudah dilakukan dengan gaya hidup
vegetarian, daripada misalnya menggantikan bahan bakar fosil dengan
sumber-sumber energi berkelanjutan, karena gaya hidup vegetarian lebih
cepat dan datang dari keputusan pribadi, sama seperti berhenti merokok,
contohnya. Kami percaya bahwa secara otomatis, cara-cara lain untuk
menyelesaikan masalah-masalah energi akan lebih mudah diselesaikan jika
diperlukan. Apakah Anda setuju bahwa tanpa meningkatkan kesadaran
manusia untuk mengurangi konsumsi daging maka akan sulit untuk
menyelesaikan masalah-masalah dari pemanasan global? Dr. Nicolas Gruber: Saya pikir kesadaran itu sangat penting. Kesadaran merupakan awal yang sangat diperlukan untuk membuat prubahan, di masyarakat, pemerintah, dan industri. Organisasi
manapun tidak akan siap untuk membuat perubahan selain Anda sendiri
yang harus menyadari bahwa ini adalah hal penting yang harus Anda
dilakukan.
Jadi meningkatkan kesadaran dan pengetahuan itu memang penting. Dengan
mengubah konsumsi daging menjadi vegetarian, Anda telah melakukan
beberapa faktor yang sangat berguna bagi lingkungan hidup.
Konsumsi
daging oleh manusia meningkat cukup banyak dalam beberapa dekade
terakhir, dan itu adalah penyebab utama dari beberapa masalah
lingkungan hidup. Dari sudut pandang lingkungan hidup, mengurangi konsumsi daging adalah tindakan yang baik.
SUPREME MASTER TV (P): Banyak
hutan hujan di Brasil telah ditebang untuk menghasilkan makanan bagi
ternak sapi. Jadi ini adalah masalah lingkungan hidup yang sangat besar.
Dr. Nicolas Gruber: Benar. Saya sendiri sudah hampir sepenuhnya vegetarian. Menjadi vegetarian sangat membantu untuk melindungi hutan hujan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Dr. Nicolas Gruber, silakan kunjungi: www.up.ethz.ch/people/ngruber
|