Film baru tentang perubahan iklim di Formosa (Taiwan) - 4 Mar 2010  
email to friend  E-mail this to a Friend   If you want to add this video in your blog or on your personal home page, Please click the fallowing link to copy source code  Copy source code   Print

Film baru tentang perubahan iklim di Formosa (Taiwan)

Wanita India yang bicara di depan delegasi PBB: Saya sangat peduli akan perubahan iklim karena saya tidak ingin generasi mendatang kita bertanya kepada kita.

PEMBICARA: Melalui fakta-fakta menarik bercampur dengan suara-suara dari ilmuwan terkemuka bersama dengan musik dan gambar-gambar yang kuat, sebuah film dokumenter membawa orang-orang bersatu untuk berbagi kepedulian bagi masa depan Formosa dalam menghadapi pemanasan global.

Diberi judul “±2 Degrees C”, film ini didasarkan pada kesimpulan para ilmuwan bahwa keselamatan manusia tergantung pada pembatasan peningkatan suhu global di bawah 2 derajat Celsius.

Produser Sisy Chen, seorang tokoh media Formosa terkenal, berkata ia berharap untuk membawa realitas perubahan iklim, seperti peningkatan permukaan air laut yang sudah dekat dengan rumah kita.

Sisy Chen – tokoh media Formosa yang terkenal, produser dari “±2°C”: Pada skala global, kelompok orang pertama yang mungkin disapu adalah mereka yang tinggal di pulau-pulau di Samudra Pasifik dan Afrika. Selanjutnya, akan pengaruhi negara Asia seperti Formosa.

PEMBICARA: Berdasarkan data dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB dan Central Research Institute, film dokumenter ini memberitahu pemirsa memahami bahwa daerah Formosa yang berpenduduk padat berada di lokasi rawan bencana; bahwa pulau ini memiliki laju erosi tercepat dari 10 negara di dunia, bahwa angin topan dan gelombang panas meningkat dengan buruk. Bahkan, film ini sengaja dibuat persis enam bulan setelah Topan Morakot agar dapat diputar secara luas di televisi dan di tempat pemerintah daerah dan kota pada saat musim badai berikutnya.

Chung-Ming Liu – Pusat Perubahan Iklim Universitas National Taiwan: Kejadian-kejadian cuaca ekstrem akan terus terjadi di masa depan. Kita memperkirakan bahwa suhu akan mencapai rekor tertinggi tahun depan.

PEMBICARA: Dalam pemutaran perdana film ini tanggal 22 Februari, untuk pertama kalinya ada 1.000 orang menyaksikan film ini yang juga dihadiri oleh pajabat-pajabat tinggi pemerintah, termasuk Perdana Menteri Formosa Wu Den-yih dan Presiden Legislatif Yuan Wang Jin-Pyng. Ketika ditanya bagaimana pemanasan global harus ditanggapi, Presiden Wang, bersama dengan produser Sisy Chen menyampaikan dukungan mereka terhadap solusi vegan.

Wang Jin-pyng – Presiden Legislatif Yuan: Sapi, babi, dan lain-lain mengeluarkan gas-gas dan kotoran yang menjadi penyebab emisi gas rumah kaca. Jadi jika Anda mengonsumsi lebih sedikit daging, orang akan mengurangi peternakan. Semakin kurang peternakan, semakin kecil emisi gasnya. Ini logika yang sederhana.

Sisy Chen: Saya Sisy Chen. “±2 Degrees C,” Jadilah Vegan, Bertindaklah Hijau, Selamatkan Bumi.

PEMBICARA: Hormat dan penghargaan kami Ibu Chen serta semua yang terlibat dalam pembuatan dan promosi film dokumenter yang tepat waktu ini. Kami ikut bersama penduduk Formosa untuk menghentikan penyebab pemanasan global yang sesungguhnya, berdoa agar kita semua melakukannya tepat waktu melalui diet vegan organik yang terefektif.

Dalam konferensi video Oktober 2009 di Formosa (Taiwan), Maha Guru Ching Hai sekali lagi ikut prihatin bagi mereka yang menderita karena dampak dari situasi planet  kita yang genting ini, meminta agar para pemerintah dan warga untuk dengan cepat mengambil tindakan yang memadai.

Maha Guru Ching Hai: Kita juga tidak lupa akan semua pulau dan negara lain yang terendam atau tenggelam atau menghilang  akibat perubahan iklim. Hati saya gelisah setiap hari memikirkan semua orang tak berdosa dan semua hewan tak berdaya yang harus menderita dalam pergolakan hebat yang disebut perubahan iklim ini.

Tapi kita masih punya waktu. Kita tak bisa membalikkan efek dari perubahan iklim di masa lampau. Apa pun yang sudah terjadi karena angin topan dan banjir dan gempa bumi, dsb., kita tidak bisa membalikkan efeknya. Tapi kita bisa menghentikan bencana yang akan datang dengan kembali ke diet vegan yang penuh welas asih serta mendorong orang lain melakukan hal yang sama.

Pemerintah memiliki kekuatan untuk melakukan ini. Saya memohon kepada semua pemerintah di dunia, mohon, lakukan ini sebelum terlambat, demi warga Anda dan anak-anak Anda juga.

* Dokumenter ini juga dapat didownload pada situs resmi berikut: http://正負2度c.tw

Extra News
Dengan 1,2 milyar orang masih belum mendapat air yang layak minum, Komisi Eropa menaruh lebih banyak perhatian ke sumber daya yang berharga ini, menganggapnya bahkan lebih berharga lagi karena ketersediaannya yang kian berkurang sebagai akibat dari perubahan iklim.
http://www.euractiv.com/en/sustainability/eu-mulls-better-focus-water-its-development-strategies-news-290041

Sebuah tulisan oleh editor Hema Vijay di surat kabar The Hindu, India mengutip bukti ilmiah tentang peternakan sebagai penyebab utama dari pemanasan global dan menyimpulkan bahwa menjadi vegan adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk menyelamatkan planet ini.
http://beta.thehindu.com/life-and-style/metroplus/article112566.ece

Dewan Kota Helsinki di Finlandia memberi suara untuk hari vegetarian mingguan di seluruh sekolah di kota itu untuk membantu mengurangi perubahan iklim, mereka berkata bahwa ini juga akan menghasilkan penghematan biaya dan kesehatan yang lebih baik.
http://www.care2.com/causes/education/blog/meatless-mondays-replace-mystery-meat-in-more-school-
cafeterias/

Para pemimpin pribumi dari 13 negara Amerika Latin membuat konsep sebuah rencana kegiatan untuk mengatasi pemanasan global yang direncanakan akan dipresentasikan di KTT Meksiko PBB pada bulan Desember 2010.
http://www.indiancountrytoday.com/global/latin/85488742.html