Perubahan Iklim di Afrika: Nnimmo Bassey, Sahabat Bumi Internasional   
If you want to add this video in your blog or on your personal home page, Please click the fallowing link to copy source code  Copy source code   Print
Play with windows media ( 35 MB )

Nnimmo Bassey: Orang-orang di Afrika bisa hidup dengan lingkungan mereka. Lingkungan alam menopang mata pencaharian mereka. Tapi ketika dampak perubahan iklim terhadap lingkungan alam maka orang-orang tak dapat hidup dan melakukan kegiatan mereka untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup mereka, tentu saja mereka harus pindah ke tempat yang lain.

Supreme Master TV: Afrika adalah benua dengan keindahan yang beragam dan sumber daya alam, tapi sayangnya kawasan ini semakin terpengaruh oleh pemanasan global. Danau Chad yang dulunya megah sekali yang terletak di sebelah selatan Gurun Sahara dan membentang 25.600 kilometer persegi di pertengahan abad ke-20 sekarang hanya 1 per 15 dari ukuran aslinya.

Kekeringan yang parah dan kekurangan makanan yang serius saat ini sedang dialami oleh jutaan orang Afrika, menciptakan konflik di antara penduduk. Suhu rata-rata Afrika naik lebih cepat dari suhu rata-rata global, dengan para ahli memproyeksikan bahwa kecenderungan ini akan menyebabkan kekeringan yang lebih dahsyat lagi, kekurangan pangan lebih jauh, serta banjir hebat dan badai.

Kita akan berbicara dengan seorang pejuang lingkungan, Bp. Nnimmo Bassey dari Nigeria. Untuk perannya dalam membantu orang Nigeria memahami dan melindungi hak lingkungan mereka, ia dijuluki oleh publikasi berita AS majalah TIME sebagai salah satu "Pahlawan Lingkungan 2009." Nnimmo Bassey adalah ketua dari grup nirlaba yang sangat dihormati Sahabat Bumi Internasional yang menyebut diri mereka jaringan lingkungan akar rumput terbesar di dunia. Friends memiliki dua juta anggota di 77 negara. Bpk. Bassey juga direktur eksekutif dari Gerakan Hak Asasi Lingkungan, juga dikenal sebagai Sahabat Bumi Nigeria, sebuah organisasi yang memperjuangkan masalah hak asasi manusia secara lingkungan di Nigeria. Dia akan berbagi dengan kita perspektifnya tentang kondisi lingkungan di Afrika dan membahas hubungan antara migrasi dan kerusuhan dan perubahan iklim. Dalam pembicaraan kami dengan Bpk. Bassey, dia menekankan bahwa banyak konsekuensi keras dari pemanasan global yang berkali-kali diperingati oleh para peneliti saat ini sedang terjadi di benua itu.

Nnimmo Bassey: Ini bukanlah sebuah isu tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Ini adalah apa yang terjadi saat ini. Dan sebagian besar masyarakat yang rentan dan miskin ini terpengaruh dalam banyak cara termasuk kenaikan permukaan laut. Orang sedang mengalami erosi pantai. Negara kepulauan menemukan bahwa tanah mereka sedang terkikis dan terendam dengan cepat. Di Afrika, Anda memiliki masalah tambahan karena penggurunan. Gurun Sahara menyebar ke arah selatan lebih cepat dari biasanya. Badan air sudah mengering. Contohnya, Danau Chad, danau terbesar kedua di Afrika hampir menjadi bayangan dari dirinya. Pemanasan global, itu berarti perpindahan penduduk miskin setempat, hancurnya mata pencaharian. Petani tidak memiliki harapan panen yang baik seperti sebelumnya. Mereka tak dapat meramal kapan harus menanam. Jadi, ada dampak berganda.

Supreme Master TV: Penggurunan adalah masalah serius di Afrika karena itu dipercepat dengan perubahan iklim. Gurun terbesar di dunia, Sahara, terletak di Afrika dan bergerak maju pada kecepatan sebesar 6% setahun. Diperkirakan bahwa Nigeria kehilangan 350.000 hektar tanah karena penggurunan setiap tahun.

Nnimmo Bassey: Dan jika saya dapat gunakan Nigeria sebagai contoh, itu memberi saya contoh yang amat bagus untuk menjelaskan dampaknya. Kami memiliki padang pasir yang membentang dari bagian utara negara ini. Di bagian selatan, kita memiliki perusahaan minyak yang terlibat dalam kegiatan yang sangat merendahkan, melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer, karbon dioksida, metana dan lainnya, dan tentu saja menyebabkan pemanasan global dan naiknya permukaan laut. Jadi, ada orang yang mengungsi dari bagian selatan negara ini karena kenaikan permukaan laut dan erosi pantai dan salinisasi; masuknya air asin mencemari sistem air tawar. Lalu gerakan menurun dari orang yang mengungsi karena penggurunan. Jadi, terdapat konflik di bagian tengah negara ini. Dan orang berpikir ini adalah konfilk etnik atau agama. Tapi penyebab sebenarnya dari konflik ini seperti yang Anda pahami adalah perubahan iklim.

Supreme Master TV: Jadi, Anda merasa bahwa akan ada konflik besar di masa depan jika kita tidak mengurus pemanasan global secepatnya?

Nnimmo Bassey: Bahkan sekarang kami memiliki konflik besar karena perubahan iklim dan pemanasan global. Dan kita akan melihat lebih banyak dari itu karena lebih banyak orang yang mengungsi. Anda akan menemukan negara yang mendirikan tembok terhadap pengungsi yang masuk, hambatan itu akan dirusak oleh orang yang bermigrasi yang akan mendesak penghalang-penghalang itu. Itu akan menjadi tidak berkelanjutan untuk menghalau orang pergi karena orang tidak memiliki pilihan selain pindah dari tempat mereka biasanya hidup ke tempat di mana mereka bisa menemukan kelangsungan hidup. Jadi, bisa saja terjadi konflik karena air... Air telah menjadi masalah yang menyakitkan jika berkenaan dengan konflik. Di Timur Tengah, air seperti emas. Mohon maaf karena menggunakan emas sebagai contoh, tapi maksudku hanya metafora. Air seperti emas dan orang telah bertengkar karena ini. Ada banyak politik yang terjadi, banyak konflik yang terjadi tentang air, air ... akses ke air. Anda memiliki sistem air segar yang dapat Anda andalkan sebelumnya, tapi sekarang banyak orang harus bergantung pada air botol. Mereka sebut itu mata air, tapi kebanyakan tidak lebih bagus dari air keran. Jadi Anda memiliki banyak konflik yang terjadi.

Supreme Master TV: Organisasi Internasional untuk Migrasi memperkirakan bahwa lebih dari 24 juta orang saat ini mengungsi di seluruh dunia karena pemanasan global, dan memproyeksikan jumlah ini akan mencapai 1 miliar di tahun 2050. Bpk. Bassey sekarang membahas lebih jauh masalah serius ini.

Nnimmo Bassey: Banyak dari para pengungsi iklim yang kita miliki di dunia saat ini, beberapa dari mereka mungkin tidak benar-benar menelusuri akar penyebab perpindahan mereka terhadap perubahan iklim. Dan ini adalah karena pengetahuan tentang perubahan iklim masih sangat terbatas. Orang berpikir bahwa ini adalah kejadian alam ketika hujan tidak turun ketika itu seharusnya turun, dan saat Anda tidak memiliki musim dingin saat Anda seharusnya mengalami musim dingin. Anda tahu semua hal menjadi terbalik.

Tapi tentu kita tahu bahwa ini adalah perubahan akibat perbuatan manusia. Ini tidak alami. Jadi ada banyak orang yang telah mengungsi. Anda tahu di negara kepulauan kecil, pengungsi iklim yang nyata bergerak keluar karena mereka berisiko terendam, dan akan tenggelam ke dalam air. Saya tahu satu negara pulau kecil seperti Tuvalu di Pasifik, maksud saya itu bukanlah negara yang amat besar, tapi banyak warganya yang mencari tempat lain untuk pindah. Mereka pindah ke Selandia Baru dan tempat-tempat lainnya. Dan ini terjadi di Afrika.

Banyak warga Afrika pindah ke Eropa. Bukan hanya karena tidak ada pekerjaan di Afrika untuk dilakukan. Tapi sekarang pertanyaannya yang harus kami tanyakan adalah kenapa tidak ada pekerjaan? Banyak orang hidup di luar ekonomi formal, mereka tidak terlibat dalam spekulasi saham, mereka tidak terlibat dalam isu-isu besar perbankan, dan mereka tidak dipekerjakan oleh pemerintah atau oleh perusahaan transnasional. Mereka hanya orang yang mencari nafkah dengan terlibat dalam produksi lokal skala kecil. Sekarang saat lingkungan tidak bisa mendukungnya karena pemanasan global, lalu orang-orang harus mencari tempat lain untuk hidup. Anda menemukan orang pergi ke mana mereka tak bisa menemukan apa pun jadi mereka menerima pekerjaan yang ditolak orang lain, lalu mereka diperlakukan tanpa martabat sama sekali. Hal ini bukan karena pilihan, ini masalah bertahan hidup.

Supreme Master TV: Kami minta Nnimmo Bassey untuk memberi komentar bagaimana kerawanan pangan didorong oleh peternakan hewan dimana area hutan yang besar dibuka dengan cepat untuk menumbuhkan pakan ternak.

Nnimmo Bassey: Mari saya tambahkan pada peperangan dan masalah yang ditimbulkan oleh penambahan daging terutama di bagian utara dunia. Kami berkampanye di selatan terhadap rekayasa genetika, khususnya tanaman pangan kita. Atau rekayasa genetik dari apa pun, kami tidak mendukungnya.

Delapan persen dari makanan atau tanaman rekayasa genetik ditujukan untuk digunakan sebagai makanan ternak, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Dan untuk membuatnya terjadi, monokultur mengakibatkan degradasi hutan, penggundulan hutan, dan penghapusan ruang untuk budidaya tanaman untuk manusia. Jadi, ada dampak nyata yang serius. Dan sesuatu harus dilakukan.

Di barat orang mengonsumsi daging, tentu saja pemeliharaan hewan, pabrik peternakan dan semua itu. Mereka bahkan memiliki hewan dan ikan dengan rekayasa genetik, dan semua itu. Orang harus tahu apa yang mereka makan dan apa yang mereka makan merugikan planet ini.

Supreme Master TV: Bpk. Bassey merasa bahwa mencari solusi terhadap perubahan iklim kita harus melihat ke cara hidup tradisional yang dijalani oleh nenek moyang kita yang amat sederhana dan menekankan memperlakukan Bumi kita dengan hormat dan dengan cara yang lembut.

Nnimmo Bassey: Saya pikir umumnya konsumsi yang berlebihan adalah sebuah masalah, adalah sejenis penyakit. Orang kecanduan dengan begitu banyak hal di dunia, bahkan saat mereka tahu sesuatu tidak sehat untuk mereka bagaimanapun orang hanya bilang, "Yah, itu akan terjadi kepada orang lain." Ambil sebagai contoh rokok, tertulis pada kotaknya, "Ini berbahaya untuk kesehatan Anda, menyebabkan kanker; ini akan membunuh Anda." Namun orang membayar untuk racun.

Nenek moyang kita hidup lebih baik dari kita sekarang, dengan harta materi sedikit. Jadi mereka lebih bahagia. Orang menghormati kemanusiaan, menghargai satu sama lain, menghargai lingkungan. Tapi saat ini, apa yang terjadi, ada kompetisi di mana-mana. Orang ingin melihat berapa banyak mereka bisa makan, berapa banyak yang dapat mereka tumpuk. Dan tentu saja kita hanya punya satu Bumi. Kita memiliki tugas, tentu saja, untuk berbagi ide, berbagi, berbagi informasi satu sama lain tentang apa yang harus didukung dan apa yang perlu didukung. Juga, kita perlu perlambat, makan makanan yang lambat, bukan makanan cepat saji. Makan yang sehat.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Sahabat Bumi Internasional, silahkan kunjungi http://www.FOEI.org
Untuk belajar lebih tentang Gerakan Hak Asasi Lingkungan, silahkan kunjungi http://www.ERAction.org


Related Link
 
Animal Products: Burdening Our Earth, Endangering Our Lives
Play with flash player Play with windows media
 
Livestock Raising: Devastating Forests and Driving Climate Change in Australia and Beyond
Play with flash player Play with windows media
 
Dr. John Church: Sounding the Sea-Level Rise Alarm
Play with flash player Play with windows media
 
Dr. Peter Raven on the Planet’s Biodiversity Crisis
Play with flash player Play with windows media
 
"Home": An Eco-Documentary by Yann Arthus-Bertrand
Play with flash player Play with windows media
 
Paul Roos: Eco-Friendly and Cost-Effective Organic Agriculture in South Africa (In Afrikaans)
Play with flash player Play with windows media
 
Ghost Waters - The Global Disappearance of Fish
Play with flash player Play with windows media
 
Culprit of the Fast Disappearing Global Biodiversity: The Livestock Industry
Play with flash player Play with windows media
 
Promoting Organic Agriculture: The Center for Food Safety
Play with flash player Play with windows media
 
“Changes in Climate, Changes in Lives” - A Message from Greenpeace Brasil, (In Portuguese)
Play with flash player Play with windows media
trackback : http://suprememastertv.com/bbs/tb.php/featured_ina/703 Bookmark and Share

  Berhematlah: Mulai dari Meja Makan Kita - Kumpulan Ceramah Maha Guru Ching Hai 
 Wawancara dengan Maha Guru Ching Hai oleh RTV Slovenia - 26 Februari 2008 Ljubljana, Slovenia (Dalam Bahasa Slovenia) 

 
 
Climate Change Conference with Supreme Master Ching Hai
Supreme Master Ching Hai on the Environment
Videoconference with Supreme Master Ching Hai and TV staff
Lectures from International Gatherings in 2008 and 2009
Simple & Nutritious Cooking with Supreme Master Ching Hai
Breatharians
The King & Co.
Aphorisms scrolls
Award of the Month Scrolls
Constructive Scrolls
Peace & Freedom Scrolls
Supreme Master Ching Hai's Aphorisms
Shining World Leadership Award
Video Card